18 Kg Sabu Disita BNN dan Bea Cukai Dari Tangan Bandar Narkotika Internasional

Landak,independentnusantara.com—Badan Narkotika Nasional (BNN) menyergap dua bandar sabu jaringan internasional di Jalan Raya Ngabang-Pontianak paal 4, Kabupaten Landak Kalimantan Barat, Senin (2/4) dinihari.

Direktur Penindakan dan Pengejaran Brigjen Pol Irwanto yang memimpin langsung penyergapan tersebut mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 18 kilogram dan dua buah telepon genggam milik pelaku.

Penyergapan itu bermula dari informasi masyarakat dan analisa IT tentang akan adanya transaksi narkotika jenis sabu kristal di Kabupaten Landak oleh bandar jaringan internasional bernama Rio Lamidi alias Amir (41) dan Sudirman Lapata (53).

Saat Amir dan Sudirman bertransaksi di TKP, papar Irwanto, petugas gabungan BNN dan Bea Cukai meringkus kedua pelaku tersebut dan menemukan barang bukti sabu seberat 18 kilogram.

Berdasarkan keterangan pelaku, narkotika jenis sabu kristal tersebut diselundupkan dari Kuching Malaysia melalui jalur tikus di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Pelaku mengaku, yang memerintah dan mengendalikan aksi mereka adalah Daeng Kama.

Hingga berita ini dipublis, tim gabungan BNN dan Bea Cukai masih melakukan pengembangan terhadap calon penerima dan pengendali tersebut. “Untuk pengembagan lebih lanjut, kedua tersangka digiring ke Markas BNN Jakarta,” demikian Irwanto.(roni98)