392 Ribu Anak di Bengkulu Belum Miliki Kartu KIA

Tidak ada komentar 136 views

BENGKULU,IN -Dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bengkulu hingga Mei 2020, sebanyak 392.164 anak di daerah ini belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).

Padahal, total anak yang wajib memiliki KIA sebanyak 571.570 anak.

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Bengkulu, M Ikhwan mengatakan, total anak yang sudah memiliki KIA sebanyak 180.471 anak.

“Capaian anak yang memiliki KIA sebanyak 31,57 persen,” kata Ikhwan, Rabu(01/07).

Capaian terendah anak yang mengurus KIA adalah Kabupaten Kaur, dari 37.903 wajib KIA, yang sudah memiliki KIA baru 4.905 anak atau 12,9 persen. Masih ada 32. 998 anak yang belum memiliki.

Capaian terbesar KIA Kabupaten Seluma yakni sebanyak 30.961 anak dari wajib KIA 57.138 anak atau 54 persen.

Selain itu Kabupaten Lebong dengan total wajib KIA sebanyak 30.972 anak yang sudah memiliki sebanyak 23.869 atau 72 persen.

“Memasuki masa pendaftaran sekolah, pengurusan KIA ini diperkirakan meningkat,” ujar Ikhwan.

Selanjutnya, Kabupaten Bengkulu Selatan dari total wajib KIA sebanyak 46.883 anak baru tercapai 16.341 anak atau 38 persen. Masih ada 30.542 anak lagi yang belum.

Kabupaten Rejang Lebong, dari wajib KIA sebanyak 78.889, yang sudah memiliki KIA sebanyak 11.676 orang atau baru tercapai 14 persen.

Mukomuko total sebanyak 50.865 anak yang baru memiliki sebanyak 23.470 anak atau 46 persen. Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 89.799 anak, yang sudah memiliki KIA sebanyak 22.277 anak atau 24 persen.

Kabupaten Kepahiang, dari total 43.857 anak, yang sudah memiliki KIA sebanyak 10.472 atau 23 persen.

Bengkulu Tengah, dari total sebanyak 35.453 anak yang sudah memiliki sebanyak 13.593 anak atau 38 persen.

“Terakhir Kota Bengkulu, dari total 99.811, yang sudah memiliki sebanyak 23.007 anak atau 23 persen dan masih ada 76.804 anak yang belum memiliki,” kata Ikhwan.

Dikatakannya, masyarakat diharapkan segera mengurus kartu identitas anak itu. Saat ini masih tersedia 60. 017 blanko kosong yang disiapkan.

“Kegunaan kartu identitas anak sangat besar khususnya untuk pendaftaran sekolah,” demikian Ikhwan.(red)