Aniaya Jurnalis Kepala Desa di Bengkulu Utara Ditetapkan Tersangka

BENGKULU,IN_Lantaran menganiaya seorang Jurnalis, Oknum Kepala Desa Batur Raja Kol, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Utara ditetapkan sebagai tersangka, dari penyelidikan polisi, Kades ini terbukti bersalah, namun meski telah jadi tersangka Kepala Desa tersebut tidak ditahan.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol. Sudarno, membenarkan bahwa penetapan tersangka sudah dilakukan Polsek Kerkap Polres Bengkulu Utara, berdasarkan dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, dan atas pertimbangan polisi tersangka tidak ditahan selama pemeriksaan.

“Pelaku dikenakan pasal 351 ancaman 2,8 tahun penjara, namun tersangka tidak ditahan,” jelas Sudarno saat dikonfirmasi, Rabu (15/07).

Diketahui sebelumnya, Oknum Kades Batu Raja Kol melakukan penganiayaan terhadap wartawan Yosi Hasan saat ia hendak melakukan wawancara konfirmasi terkait dana desa pada jum’at lalu 3 Juli 2020 lalu, Berdasarkan keterangan korban, pelaku menyerang korban dengan memegang leher serta mendorong hingga terjatuh. Selain itu oknum kades tersebut sempat merampas tas peralatan wartawan hingga putus.

“Korban minta penjelasan berkaitan dengan pembangunan rabat beton, tapi kades tidak senang dan kemudian mendorong serta sempat merampas tas korban,” ujar Sudarno.

Sementara itu korban Yosi Hasan sengaja mendatangi kepala desa tersebut untuk melakukan konfirmasi soal pembangunan rabat beton, agar mendapat klarifikasi langsung, namun kepala.desa justru melakukan penganiayaan.

“Waktu saya cecar dengan pertanyaan, pak kades hanya no comment, waktu saya mulai mengeluarkan alat rekam, kades ini memegang kerah baju bagian leher saya, dan mendorong saya hingga terjatuh dan merampas tas saya,” cerita Yosi Hasan.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami keseleo dibagian tangan dan terdapat luka lecet dibeberapa bagian tubuh lainnya, lantaran mendapat perlakuan tersebut korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek Kerkap.(red)