Banyak Persoalan Negara, Gedung DPRD Provinsi Bengkulu Dipadati Mahasiswa/

Bengkulu, In- Ribuan aktivis mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Pemuda Raflesia ini menggelar demo di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu Selasa (24/9/2019) siang.

Ribuan mahasiswa ini gabungan dari mahasiswa diantaranya: Unib, UMB, Unihaz, IAIN Bengkulu dan beberapa kampus kesehatan.

Tak hanya mahasiswa saja, namun ada beberapa elemen masyarakat yang bergabung, diantaranya dari aktivis lingkungan.

Berikut pernyataan sikap aksi massa hari ini:

1. Mendukung pelaksanaan yudisial riview uu KPK
2. Menolak pengesahan RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan.
3. Menuntut pemerintah melaksanakan pengkajian ulang terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
4. Menuntut Pemerintah Tuntaskan permasalahan Papua dengan pendekatan humanis
5. Mendesak pemerintah untuk Reforma Agraria,
Tolak Kenaikan BPJS,
6. Mengecam tindakan Pembakaran hutan dan lahan.
7. Serta mendesak pemerintah menentaskan permasalahan KARHUTLA.

Aksi mahasiswa kali ini didukung oleh kalangan dosen di berbagai Perguruan tinggi, Fahmi Lubis Dosen di Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini menulis dukungannya di akun resmi Facebook miliknya mengatakan mahasiswa harus bangkit.

“Tugas mengkonsolidasikan gerakan mahasiswa pagi ini selesai dilakukan. Suara Mahasiswa suara Rakyat, mati tertindas atau bangkit melawan, yang tidak murni terbakar mati !!!” Kata Fahmi
Lanjut Fahmi, ia mengajak seluruh mahasiswa bengkulu untuk berjuang untuk rakyat.

“Mahasiswa Indonesia menggeliat melihat gelagat politisi negeri yang mengkudeta dan membajak reformasi. Kosongkan ruang kuliah sejenak mari kita kembali ke jalanan untuk menyelematkan negeri. Ayo Sandes Syahputra, Haza Karimalla, Auzan Da Costa Nova Pran Siska Nadi Hariyansyah M Yudha IF”

Bukan hanya Fahmi Lubis, Salah seorang dosen universitas dehasen bengkulu Bayu Risdianto mendukung gerakan mahasiswa kali ini.

“Mahasiswa adalah salah satu komunitas yang bersih dari kepentingan kekuasaa. Karenanya, pasti ada masalah, ada bau busuk yang menggerakkan mahasiswa turun ke jalan untuk berdemo. Ada ketidakpuasan mahasiwa terhadap situasi dan kondisi yang dialami oleh masyarakat. Termasuk di alami oleh mahasiswa sendiri”. Kata Bayu

Sementara itu, M Yuda ketua umum himpunan mahasiswa islam Cabang Bengkulu menjelaskan aksi mahasiswa hari ini tidak terlepas komunikasi aktif gerakan dari internal dan eksternal mahasiswa. Setelah aksi ini akan ada aksi lanjutan dari HMI yang akan menolak RUU KPK dan RUU KUHP dengan mendesak presiden mengeluarkan perpu, dan memintak pemerintah serius pemadaman asap dan sembuhkan segera para korban. (Rm)