Bawa Kambing, Tiga Pelajar Dibengkulu Selatan di Amankan

BengkuluSelatan,IN_Tiga bocah pelajar sebut saja Kumbang, donjuan, serta ferguso berusia 14 tahun warga kecamatan Pino Kabupaten selatan ( BS ) terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian dan langsung dikembalikan kepada orang tua masing – masing untuk dilakukan pembinaan dikarenakan kedapatan melakukan pencurian kambing.

Kapolres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu AKBP Deddy Nata melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hadi Fitrianto. ketika di konfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan tiga bocah pelajar yang kedapatan oleh Personil Sat Lantas Polres BS sedang membawa satu ekor kambing berumur 2 bulan yang diduga hasil curian.

” Ketiganya diamankan oleh Anggota lantas yang bertugas dijalan, mereka mengaku akan jual kambing untuk uang jajan, ” Ungkap Rahmat, Jumat (17/07).

Dijelaskan oleh Kasat Reskrim, untuk kronologi ketiganya diamankan berawal melakukan kegiatan razia (21), Kemudian salah satu anggota lantas memberhentikan 3 orang laki – laki yang berbonceng 3 tanpa menggunakan helm.

Setelah diberhentikan, Anggota tersebut melihat bawaan yang dibawa oleh ketiganya berupa 1 buah karung. Merasa curiga dengan karung yang dibawa, Anggota langsung melihat isi dalam karung dan diketahui bahwa yang dibawa ketiganya yakni 1 ekor anak kambing sekitar berumur 2 bulan.

Melihat hal tersebut, ketiganya langsung ditanyai dan dari keterangan yang didapat diketahui bahwa kambing tersebut di ambil di pinggir jalan di desa simpang pino kec.ulu manna kab.bengkulu selatan, dan akan di bawa untuk di jual, setelah mendapatkan keterangan dari ketiga bocah tersebut anggota lantas menghubungi piket reskrim untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

” Kami telah serahkan ketiga bocah tersebut kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan yang ditandatangani,” kata Rahmat.

Rahmat mengaku bahwa anak-anak itu akan dibina agar tidak melekukan aksi pencurian lagi.

Diamankan saja, nanti kita lakukan pembinaan anak dibawah umur, intinya akan kita berikan edukasi agar tidak mengulanginya lagi, ” demikian Rahmat.(red)