BMA BU Studi Banding Ke BMA Rejang Lebong, Bahas Tentang Perda dan Anggaran BMA

IN- Arga Makmur – Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Bengkulu Utara melakukan kunjungan silaturahmi atau studi banding ke Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong dalam kegiatan studi bading tersebut melakukan diskusi atau bahas tentang Peraturan Daerah (PERDA) BMA, Anggaran BMA dan Program Kerja BMA, karena di Provinsi Bengkulu yang sudah bagus dan aktif adalah BMA Rejang Lebong, dalam kegiatan Studi banding tersebut perwakilan BMA Bengkulu Utara adalah, Ihwan Halidi (Wakil Ketua 1) Sarius Sarkawi (Waka 4), Kiman Nazardi (Waka 2), Ibnu Majah (Sekretaris), Ismawardani (Wakil Sekretaris) Sudayin (Bendahara), Suryadi S.STP MM Bidang Dumas dan Parpen Siregar Bidang Dumas serta di Dampingi Bappeda Bengkulu Utara.


Wakil Ketua BMA Bengkulu Utara dan juga kepala rombongan H. Ihwan Halidi SH, S.Sos MM mengatakan, studi bading ini kami ke rejang lebong ini kami pilih dan kami ambil karena BMA Kabupaten Rejang lebong sudah maju dan pendanaannya sudah bagus serta program kerja BMA nya luar biasa, kami berangkat berjumalah 8 orang di damping dari Bappeda Bengkulu Utara untuk menggali dan bertukar pengalaman apa yang bisa kami ambil dan kami bawa ke BMA Bengkulu Utara.

Dalam kegiatan tersebut kami di sambut hangat oleh Ketua BMA Rejang Lebong Ir H. Ahmad Faizir Sani, MM di museum Depati Abdulah Sani (pasirah Sani) Gelar Depati Tiang Alam II, menerang keterngan ketua BMA Rejang Lebong saat ini adalah keturuna H. Abdulah Sani Khalik pasirah semasa itu, kami di bawa keleling museum untuk melihat barang-barang peninggalan sejaharah dan benda-benda antik milik pasirah sani dan masyarakat rejang lebong saat pasirah sani memipin daerah tersebut serta keterampilan lainnya.
Kegiatan kami di lanjutkan ke Gedung/Kantor BMA Rejang lebong rombongan kami di sambut dengan penyambutan adat rejang yang ada di rejang lebong dengan gelar penyambutan dengan kata-kata petatah petitih dan di sambut langsung oleh Wakil Sekretaris BMA Bengkulu Utara Iswaradani dalam bahasa rejang juga, lalu kami di ajak masuk keruangan di terima

pengurus BMA Rejang Lebong yang di pimpin ketua BMA Rejang Lebong Ir H. Ahmad Faizir Sani, MM, Wakil Ketua Zulkarain SH, M. Kobri Tuib SH Wakil Ketua, Fernando S.Pd Sekreatris dan dan di damping semua pengursu BMA Rejang lebong.
Dalam arahannya ketua BMA Rejang Lebong Ir H. Ahmad Faizir Sani, MM menyampaikan selamat datang di kabupaten Rejang Lebong, kami sangat senang dengan kehadira bapak-bapak dari BMA Rejang Lebong, tamu hari ini sangat luar biasa, insya Allah hari ini sudah 4 BMA yang mengunjungi kantor kami, yaitu, Seluma, Lebong, Lubuk Linggau dan hari ini Bengkulu Utara,kami sangat bahagia sekali bisa menjalin silaturahmi dengan baik dengan BMA Bengkulu Utaram, sebab Bengkulu Utara mayoritas adatnya sama dengan adat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong.
Lebih lanjuta ia mengatakan kami di rejang lebong BMA nya alhamdulilah sudah ada payung hukum yaitu Perda nomor 2 Tahun 2007 Tentang Pemberlakukan Hukum Adat Istiadat Rejang Lebong dalam Wilayah Kabupaten Rejang Lebong dan yang kedua Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pengakuan Dan Perlindungan Masyaraat Hukum Adat di Kabupaten Rejang Lebong serta turunannya adalah di Perbukan oleh Bupati, maka dengan 2 payung hukum ini kami di rejang lebong sudah cukup untuk melakukan kegiatan BMA sampai tingkat desa ujarnya.
Dalam pembiayaan untuk BMA Rejang lebong tidak ada maslalah, kami tiap tahun dapat tapi kadang naik, kadang turun, di tahun 2020 kami dapat kurang lebih 600 Juta dan insya Allah 2022 ini kami kebagian lagi yaitu kurang lebih 1,2 M, ini berguna untuk insentiv Pengurus BMA Kabupaten, Kecamatan dan kelurahan sedangkan desa itu di topang Anggaran Dana Desa dari pemerintah Rejang Lebong, selain insentiv kami juga kegiatan yaitu pembinaan BMA ke Kecamatan dan ke desa dan juga kami membina sanggar-sanggar yang ada di rejang lebong.
Tentang kantor kami alhamdulilah punya kantor sendiri sudah di beri hibah oleh Pemda Rejang Lebong, mobil dinas ada 2 buah yaitu di pegang oleh Ketua BMA dan Sekretaris BMA Rejang lebong, dan juga kantor kami selain tempat kegiatan BMA juga kegiatan belajar tarian sangar-sanggar yang ada di Kabupaten Rejang lebong ini, alhamdulilah semua kegiatan BMA Rejang lebong sudah di bantu sepenuhnya oleh kepala daerah kabupaten Rejang Lebong ujarnya.
Program kerja yang kami buat berbagai macam seperti kasus-kasus kecil yang bisa di tangani oleh BMA desa, Kecamatan dan Kabupaten seperti kasus keributan kecil terhadap tetanggal itu kami bisa selesaikan dengan hukum adat, kami sudah kerja sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan di Rejang lebong, kasus-kasus itu bisa kita redam dengan adat setempat, selain tentang masalah dan kasusus kami juga sudah buat program yaitu atutan Bakulo (Persenan) Adat Rejang Bakulo ini biaya yang di ambil saat pernikahan, bahkan nilai Bakolu ini sudah di perbubkan oleh Bupati rejang Lebong, maka peruntukan Dana Bakulo ini jelas pembagiannya bahkan ada juga masuk KAS BMA Desa yaitu 70.000/Per Orang Bakulo, initinya kami siap bantu BMA Bengkulu Utara untuk kebaikan kita bersama, terutama tentang Perda BMA itu sendiri, sebab Perda sangat lah penting untuk menunjang Kegiatan BMA, baik itu pendanaan maupun kegiatan lainnya, sebab kalau pendanaannya tidak ada maka kegiatan BMA tidak bisa berjalan dengan baik, pedanaan juga harus ada payung hukum, supaya keuangan yang masuk ke BMA tidak jadi masalah di kemduian hari Ujranya. (Wk) – ADV