Brilian, sosok demonstran berbagi sembako dipersimpangan Surakarta

Surakarta, In- Brilian dikenal sebagai sosok demonstran yang biasanya mengkritik tajam oemerintah, Sabtu siang (4/4/2020) terlihat dipersimpangan Surakatra, menenteng sembako untuk dibagikan.

Siang itu (4 April, Red), Brilian Kusuma A. berkeliling kota bersama 2 orang temanya dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan dengan 3 orang rekan dari Relawan #lawancovid-19, membagikan sabun beserta alat cuci tangan di titik – titik yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat seperti pasar, tempat ibadah, dan fasilitas umum kota.

Brilian ketika ditanya alasan melakukan tindakan bagi – bagi sabun, padahal brilian merupakan sosok demonstran yg biasanya mekritik tajam pemerintah.

“saya itu gak suka Nato (No Action Talk Only. red), sementara virus ini mengancam nyawa banyak orang, saya ingin melindungi hak hidup masing-masing manusia di Negeri ini.” kata Brilian.

Ketika disinggung tentang asal pendanaan yang diduga berasal dari pemerintah, Brilian menyangkalnya. “Tidak, tidak ada campur tangan dari pemerintah, saya diberikan sejumlah dana dari orang yang memang peduli terhadap kemanusiaan dan saat ini saya sudah tidak buka open donasi berupa uang lagi. Saya masih menerima donasi dalam bentuk sembako, sudah telat kalau saat ini open donasi berupa uang.

Sembako tersebut akan saya suplai ke dapur umum – dapur umum dan beberapa akan saya bagikan langsung dalam bentuk siap makan untuk orang – orang yg mengkarantina diri di rumahnya sendiri.

Berilain juga menambahkan, sampai sudah berbagi 96 paket lebih. “Secara keseluruhan saat ini tersedia 150 buah).

Apakah gerakan berilian selanjutnya,? Berilian masih enggan untuk menerangkan gerakan dia berikutnya, ditengah masyarakat sedang menghadapi situasi pasca darurat sipil.

Brilian Kusuma Ardi yang sering dijuluki Tokoh Papan Bawah, saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PGK Surakarta dan Sekretaris di PT HKTI Surakarta.

Sebelumnya dia (Berilian Red) adalah Ketua Umum HMI Surakarta, yang aktif melakukan demontrasi dalam keseharian sebagai aktivis gerakan.

Dalam kesempatan Berilian tak sungkan bercanda, dan berpesan walau dalam suasana duka kemanusiaan “Ini adalah nilai kemanusiaan, pendidikan bermasyarakat, karena kita juga bagian dari duka hari ini.” lugas Berilian. (Rm)