Dikbud Provinsi Bengkulu menjamin hak pendidikan MS terkait masalah ujaran kebencian

IN – Kepala Dinas pendidikan dan kebudayan Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat menegaskan pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, tidak pernah mengeluarkan MS dari sekolah. Saat ini, MS dikembalikan ke keluarga atas permintaan orang tua yang awalnya berniat ingin memindahkan MS dari SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Terkait masalah yang menimpa MS karena dianggap telah melakukan ujaran kebencian dan mengina Palestina di aplikasi tik tok. Dan sempat viral.

Selanjutnya , Eri juga menyatakan saat ini proses belajar masih dilakukan secara daring atau sistem online, dan MS termasuk dalam persiapan untuk mengikuti ujian semester minggu depan.

Untuk itu Kepala Dinas Dikbud Provinsi Bengkulu memastikan tidak ada persoalan atas hak pendidikan MS.

Sebelumnya, keinginan MS untuk kembali bersekolah di sekolah yang lama, disampaikan MS ke Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu, yang melakukan pendampingan dan konseling.

Dalam kesempatan itu juga diketahui, MS dan keluarga sangat tertekan atas kasus yang menimpanya. Dan telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya.

Dari kejadian ini Eri menghimbau agar murid lebih hati hati menggunkan medsos dan dalam waku dekat kami akan memberitahukan kepada semua guru untuk lebih gencar mensosialisasikan agar lebih berhati hati menggunakan internet dan menekankan kepada wali murid untuk lebih ketat mengawasi anak anaknya agar tidak menyalahgunakan pemakaian jejaring sosial. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua dan tidak terjadi lagi dilingkungan pelajar di Provinsi Bengkulu dan bisa menjadi efek jera buat pelajar lainnya. karena jika terkait pelangaran hukum UU ITE bisa berakibat terhadap keberlansungan pendidikannya himbau Eri Yulian ramah  -( SDK )-