DPRD Bengkulu Utara Sidang Revisi Raperda OPD

Tidak ada komentar 217 views

Arga Makmur, IN-Dwan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bengkulu Utara menggelar Sidang paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang perubahan Peraturan Daerah (Perda) Bengkulu Utara Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Senin, 9 Desember 2019.

Paripurna dipimpin Wakil Ketua I Juhaili, didampingi Wakil Ketua II Herliyanto, dan dihadiri 20 anggota dewan lainnya. Sementara mewakili pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, juga seluruh kepala Dinas, Badan dan kantor serta undangan lainnya.

Dalam Sambutannya Wakil Ketua 1 DPRD Bengkulu Utara Juhaili mengatakan Revisi Perda OPD merupakan sebuah keharusan.“Revisi perda ini merupakan amanat Permendagri Nomor 18 Tahun 2016, bertujuan memperkuat dan melegitimasi kinerja Inspektorat sebagai ujung tombak dalam mewujudkan penyelenggaran pemerintahan yang baik serta bersih, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” sampainya.

Lebih jauh ia mengatakan “Selain itu, revisi perda ini juga bertujuan mengembalikan kemandirian pengelolaan RSUD Argamakmur secara penuh pada pihak rumah sakit, baik persoalan pengelolaan aset, sumber daya manusia serta penganggaran. Sebab selama ini mereka masih di bawah kendali Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan rumah sakit ke depannya mampu meningkatkan pelayanan pada masyarakat luas,” sambung Juhaili.

Waka 1 DPRD BU juga berharap revisi perda ini berjalan sesuai schedule. “Mudah-mudahan revisi Perda OPD ini bisa sesuai schedule atau sesuai dengan yang diagendakan banmus, sehingga pada tahun anggaran 2020 semua sudah bisa dilaksanakan, yang jelas revisi Perda OPD ini bukan untuk melegitimasi Bagian Sumber Daya Alam (SDA) yang pernah muncul, ranahnya beda, mohon jangan dipelintir,” imbuhnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septiadinata SE menyampaikan DPRD dapat membahas revisi perda tersebut secepat mungkin.“Kita berharap dan yakin pihak lembaga dewan dapat membahas dan menyelesaikan rancangan peraturan daerah ini dengan waktu yang seefektif dan seefisien mungkin,” Ujranya
Paripurna diakhiri dengan penyerahan draf raperda kepada pimpinan rapat dan seluruh anggota dewan lainnya, untuk selanjutnya dibahas dalam rapat kerja yang sudah diagendakan banmus, acara penyerahan ini juga di saksikan oleh para anggota DPRD BU dan peserta sidang lainnya. (Wangki/Adve)