DPRD Kota Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Banjir

Tidak ada komentar 122 views

BENGKULU,in – DPRD Kota Bengkulu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing dengan Asisten II Setda Kota Bengkulu dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bengkulu pada Selasa (22/01/2019). RDP ini digelar untuk menindaklanjuti hasil peninjauan Komisi II DPRD Kota Bengkulu terkait masalah dugaan belum keluarnya izin pembangunan perumahan oleh PT Ahsani Karya yang dituding warga menyebabkan banjir di pemukiman penduduk di sekitar Perumahan Bentiring Permai.

Kepala OPD yang hadir pada RDP itu yakni, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kepala DPMPTSP, Camat Muara Bangkahulu, dan Lurah Bentiring Permai.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Saur Manalu yang memimpin RDP mengatakan, berdasarkan sidak Komisi II diketahui gorong-gorong yang ada di kawasan tersebut berukuran kecil dan tidak mampu mengalirkan air dalam jumlah besar, terlebih ketika hujan. Saur menyebutkan, ada 3 rumah yang setiap hujan turun selalu digenangi air. “Warga di situ (Bentiring Permai) meminta keadilan dan solusi atas banjir ini,” ungkap Saur.

Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Bentiring, Reno menyampaikan, saat banjir, rumah penduduk mengalami banjir hingga terendam setinggi dada orang dewasa. Ia menduga banjir ini akibat pembangunan perumahan oleh PT Ahsani Karya yang tidak sesuai standar lingkungan.
RDP DPRD Kota bengkulu.

RDP Komisi II Kota Bengkulu dengan Asisten 2 Setkot Bengkulu dan sejumlah OPD membahas kawasan rawan banjir di Bentiring Permai (Foto: Media Center Pemkot Bengkulu)

“Kami mengantongi bukti bahwa PT Ahsani Karya belum punya izin mendirikan perumahan itu,” kata Reno di ruang rapat DPRD Kota Bengkulu.

Sementara itu, Asisten II Kota Bengkulu Matriyani mengaku belum ada laporan terkait masalah ini kepada dia. Ia juga sudah mengonfirmasi ke DPMPTSP bahwa perusahaan tersebut belum memiliki izin.

“Kita akan mencari solusi yang terbaik. Kalau dari developer bisa mengambil tanah (yang banjir) itu, mungkin bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Bengkulu Fery Rizal mengatakan, kawasan tersebut memang sudah sering terjadi banjir sebelum dibangun perumahan. Hal ini diakibatkan gorong-gorong yang ada di sana tidak mampu lagi menyalurkan air.

“Karena itu, kedepannya akan kita programkan (pembangunan gorong-gorong) di sana,” kata dia.

Hal yang sama disampaikan oleh perwakilan manajemen PT Ahsani Karya. Ia mengetakan, kawasan tersebut memang sudah rawan banjir sejak lama. Ia menggarisbawahi bahwa yang banjir ini adalah 3 rumah warga, bukan seluruh perumahan.

“Kami sudah ada upaya solusi dengan warga. Misalnya, gorong-gorong akan dibangun jembatan, atau bantu timbun, atau beli rumah tersebut,” ungkap Iwan.