Gempa Terjadi Empat Kali Sebelum 6,9 SR

Tidak ada komentar 146 views

Bengkulu,In _Kepala stasiun geofgrafi (BMKG) kelas III Kepahiang Bengkulu Litman mengatakan telah terjadi empat kali Gempa pada malam ini dan yang terbesar dengan kekuatan 6,9 SR namun tidak menimbulkan tsunami.

Litman mengatakan sejak tadi malam tercatat empat kali gempa terjadi dan puncaknya dengan kekuatan 6,9 SR yang terasa getarannya hampir 10 detik namun di mesin pencatat gempa berlangsung cukup lama dan selang tiga menit kemudian kembali terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR.
“Tercatat mulai dari 3 , 4,7 SR hingga 6,9 dan 6,8 SR malam ini terjadi gempa, namun tidak berpotensi tsunami,” kata Litman saat dihubungi via telpon,Rabu ( 19/08).
Litman menjelaskan Bengkulu memang berada pada daerah yang rawan gempa baik dilaut ataupun di darat pusatnya, karena adanya lempengan atau patahan yang membuat Bengkulu menjadi rawan gempa, namun litman mengatakan warga tidak perlu panik karena bila terjadi yang cukup besar gempa susulannya akan terjadi mengecil.
“Bengkulu memang daerah yang sering terjadi gempa dan rawan gempa, bahkan hari ini tercatat telah terjadi empat kali gempa,” jelas Litman.
Sementara itu warga sawah lebar kota Bengkulu masih tetap berada diluar rumah karena khawatir akan terjadi gempa susulan, karena takut gempa yang terjadi pada tahun 2000 lalu kembali terjadi yang mengakibatkan banyak kerusakan.
Irmawati Fadilah warga kelurahan Sawah Lebar mengaku masih trauma masuk kerumah karena takut ada gemp kembali dan masih tetap berada diteras rumah, sebab gempa kedua cukup membuat dirinya takut.
“Aku dak berani masuk rumah dulu biar di teras saja, gempanya cukup kuat dan lama,” kata Irmawati saat di wawancara.
Diketahui hingga saat ini masih banyak warga yang takut masuk rumah dan hanya berada diteras rumah karena takut akan terjadi gempa susulan, namun hingga saat ini belum diketahui adanya kerusakan akibta gempa tersebut.
Sementara itu Sahrin warga kecamatan Talo kabupaten Seluma Bengkulu mengatakan warga di desanya masih bertahan di jalan karena takut akan ada gempa lagi, karena diseluma gempa terasa kencang.
“Semua warga panik dan lari keluar rumah, kami takut ada gempa lagi,” kata Sahrin saat dihubungi via telpon.