Kades TJA Selingku Dipecat

Tidak ada komentar 195 views

Bengkulu Selatan,Independentnusantara.com – Lantaran terbukti melakukan perbuatan asusila terhadap warganya inisil HH dengan didukung dengan sanksi adat.Bupati BS, H Dirwan Mahmud SH menegaskan  kepala desa Tanjung Alam Kedurang di pecat.

“Infestorat sudah turun dan hasilnya mengatakan bahwa kedes Tanjung Alam yakni Ruasman Dani alias Tukup terbukti melakukan perbuatan asusila dan sanksinya yakni pemecatan. Penjabat kades sementara nantinya akan segera di tunjuk dengan menujuk pegwai di Kecamatan Kedurang berdasarkan usulan dari Kecamatan.

“Kita imbau agar kepala Desa tidak melakukan perbuatan perzinaan seperti yang sudah terjadi, jika terbukti akan ditindak tegas yakni pemecatan dari jabatan. Sampai saat ini seluruh kades terbukti lakukan perbuatan asusila semuanya akan kita tindak tegas yakni pemecatan,’’pungkas Dirwan.

Sekedar untuk mengingatkan, Sabtu, (10/3) sekitar pukul 11.01 WIB, pengurus BPD Tanjung Alam, Kecamatan Kedurang melaporkan Kepala Desanya yakni, Ruasman Dani alias Tukup, ke Bupati Dirwan Mahmud. Dilaporkan lantaran atas perbuatan asusila terhadap warganya berinisial HH (45). Perbuatan Kades tersebut, berawal dari korban yang sedang membangun rumahnya kekurangan material batu bata. Oleh suami korban yakni Darmanto (48) menyuruh korban untuk mengambil batu bata ke Tran Sulau dengan menggunakan truk milik Kepala Desa. Tanpa curiga korban dan Kepala Desa pun berangkat ke Trans Sulau, Kedurang Ilir, untuk mengambil batu bata. Dan menurut cerita suami korban kepada BPD, sesampainya di Kurup bata, korban ini diajak tidur oleh Kepala Desa, namun korban menolak. Karena pelaku ini masih saudaranya dan tidak mengira sama sekali kalau pelaku ini akan berbuat tidak senonoh. Ketika ingin pulang dari kurup bata, Kades ini tetap merayu dan mengajak korban ke pantai, tapi tawaran itu tetap ditolak oleh korban. Untuk kejadian berikutnya, si Korban yang sedang membangun rumah ini kekurangan seng. Oleh kades menyuru ambil seng pada korban. Korban datang untuk mengambil seng di rumah kades. Nah, dirumah kades yang disewa sebagai kantor desa itulah korban ini di peluk oleh pelaku. Untuk kejadian persetubuhan terjadi pada malam hari di rumah korba. Saat itu suami korban sedang tidak berada dirumah diman berada di kebun. Pelaku kembali jalankan aksinya dimana malamnya mengetok rumah korban, namun walau beberapa kali diketok, korban tetap tidak membuka pintu. Pelaku pun tetap masuk rumah lewat pintu belakang dengan naik tembok. Disinilah korban dipaksa dan terjadilah perbuatan asusila. Saat kejadian itu korban tetap bungkam tidak berani teriak karena takut ribut antar saudarnya. Pengakuan korban kepada suaminya yang diceritakan kepada Hairulsyam.

Persetubuhan kedua, terjadi dirumah kosong milik Supri. Si korban ini ingin membeli sayuran, dan ternyata Kades ini sudah menunggu korban. Oleh pelaku, korban ditarik kedalam rumah kosong milik saudara kades. Disinilah terjadi penodaan yang kedua. Untuk kejadian ini sudah sekitar 6 bulan yang lalu, yakni tahun 2017. Ditambah lagi suami korban melapor kepada BPD pada hari Selasa (6/3). Kades Tanjung alam ini sudah mengakui perbuatannya. Sebagaiaman sudah dilakukan cuci kampung. Dan dikenakan hukuman adat Kedurang, yakni dikucilkan selama 3 tahun.(am )