Kasus kematian tinggi, Bengkulu evaluasi penanganan COVID-19

BENGKULU,IN_Setelah Tim Gugus Tugas Nasional mengumumkan Provinsi Bengkulu menjadi provinsi dengan tingkat kematian akibat COVID-19 tertinggi se Indonesia dalam sepekan terakhir, pemerintah provinsi Bengkulu akan mengevaluasi penanganan covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, evaluasi tersebut salah satunya yakni meningkatkan kualitas penanganan kasus positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan.
“Tentu kita akan membenahi penanganan kasus COVID-19 setelah laporan tim gugus tugas nasional yang menyebut angka kematian akibat virus corona di Bengkulu tertinggi, ” ujar Herwan.
Herwan memastikan pihaknya akan meningkatkan jumlah penemuan kasus baru dengan cara meningkatkan pemeriksaan tes swab di laboratorium dan juga meningkatkan skrining dengan cara memperbanyak melakukan tes cepat.
Herwan juga meminta masyarakat dapat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktifitas diluar rumah seperti menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dan menjaga jarak.
“mereka yang berusia lanjut, akan kita lakukan penanganan sesuai standar protokol, karena memang angka kematian tersebut lebih banyak di mereka yang usia lanjut,” jelas Herwan.
Herwan menambahkan, saat ini total kasus positif COVID-19 di Provinsi Bengkulu mencapai 240 kasus atau sekitar tujuh persen dari 3.426 sampel yang telah diperiksa.
Dari 240 kasus tersebut, 142 kasus diantaranya dinyatakan sembuh dan sisanya masih melakukan perawatan di rumah sakit rujukan dan melakukan isolasi mandiri.
“Untuk kasus meninggal sejauh ini ada 20 kasus atau sekitar 8,33 persen dari total kasus konfirmasi positif,” kata Herwan.
Mereka yang meninggal dunia karena COVID-19 tersebut, kata Herwan kebanyakan juga memiliki riwayat penyakit penyerta seperti diabetes, jantung, hypertensi, gagal ginjal dan penyakit infeksi yang kronis.(red)