Komisi IV Minta Segera Bayarkan Insentif Nakes Covid-19

BENGKULU,IN – Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu meminta Dinas Kesehatan segera membayarkan Insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19, bila ada kesulitan segera konsultasikan ke Komisi IV.

Sejak pandemi covid-19 terjadi, sebagian tenaga kesehatan dirumah sakit rujukan covid-19 diberikan wewenang menangani warga yang dinyatakan terkonfirmasi positif corona, bahkan banyak tenaga kesehatan yang ikut terpapar saat merawat pasien covid-19.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Zulasmi Octarina meminta Dinas Kesehatan segera membayarkan insentif bagi para nakes yang selama ini telah merawat pasien covid-19 karena pandemi telah masuk Bengkulu sejak Maret lalu.

“Segeralah dicairkan, kalau memang belum turun dana dari kementerian kesehatan, agar cepat diurus, kasihan para nakes ini, ” ujar Zulasmi saat dikonfirmasi sabtu (04/07).

Zulasmi mengatakan pemberian insentif ini merupakan wujud apresiasi kita terhadap para tenaga kerja kesehatan ini karena mereka telah kerap meninggalkan keluarga saat merawat pasien covid-19 lantaran harus melakukan isolasi mandiri baru bisa berkumpul dengan keluarga mereka.

“Mereka (nakes) ini telah bekerja esktra demi memutus mata rantai penyebaran, ditangan mereka telah banyak pasien positif yang dinyatakan sembuh, ” jelas Zulasmi.

Selain itu Zulasmi mengatakan pihak Dinas Kesehatan juga telah mengangarkan dari dana APBD akan penambahan insentif bagi para tenaga kesehatan, berarti kita tidak terpatok pada anggaran dari kementerian kesehatan semata.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni mengatakan saat ini sedang dilakukan verifikasi di Kementerian Kesehatan, karena itulah hingga saat ini insentif bagi para tenaga kesehatan ini belum disalurkan.

“Kita masih menunggu hasil verifikasi dari Kemenkes, bila telah turun akan segera kita cairkan, kita akan berupaya secepatnya,” kata Herwan.

Herwan mengatakan ada kriteria khusus bagi tenaga medis yang mendapatkan insentif dalam penganan covid-19, yaitu tenaga kesehatan baik perawat atau dokter yang menangani langsung pasien covid-19 baik di Provinsi , kota ataupun Kabupaten.

“Tidak semua nakes akan mendapat, ini khusus yang menangani pasian PDP dan covid-19 saja, ” ungkap Herwan.

Sedangkan untuk besaran insentifnya dipertimbangkan menurut kondisi APBD masing-masing daerah, sesuasi dengan profesi dan jenis kemampuan seperti halnya dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tim penunjang lainnya, sedangkan untuk tenaga relawan akan diajukan sebesar 3 juta rupiah.(red)