Masyarakat Desa Bengko mengeluhkan dana  BLT tidak tepat sasaran

IN –  RL – Kali ini tim redaksi Independent nusantara kembali menerima telpon dari masyarakat Desa Bengko Kecamatan Sindang Dataran Kabupaten Rejang lebong, Melalui telpon selular warga menyatakan Bahwa banyak masyarakat yang seharusnya mendapatkan BLT tapi tidak mendapatkan bantuan tersebut. Sedangkan menurut warga pegurus Desa dan kerabat Kades Bengko ada juga yang mendapatkannya padahal masih banyak warga yang sangat membutuhkannya. 23/08/2021.

Terkait keuangan Desa masyarakat tidak banyak yang tau kemana realisasinya sebab bendahara Desa adalah menantu kades itu sendiri kata warga via telpon pada tim redaksi. Sehingga kami sebagai warga Desa Bengko merasa banyak dirugikan karena tidak adanya keterbukaan pada masyarakat ujarnya. Dan jika ada proyek seperti pengerjaan jalan kami masyarakat banyak yang tidak dilibatkan, paling paling hanya sedikit selebihnya diselesaikan oleh kaum kerabat Kades itu sendiri kata warga. Selanjutnya kami menanyakan tentang penyaluran bantuan penanganan wabah COVID – 19  warga menyatakan Cuma diberi galon air untuk cuci tangan, di rumah warga, sekitar lebih kurang 500 rumah, berapalah harga galon air paling Rp 40 ribu; saja, sedangkan untuk masker, stanitaizer dl tidak ada. Ketika kami tanyakan ada apa tidak alat deteksi suhu di pos penjagaan Desa, warga menyatakan tidak ada sepengetahuan kami kata mereka. itu hanya dijaga sekitar dua minggu saja tegas warga. padahal penanganan dana covid cukup lumayan besanya dari dana Desa  jelasnya. bukankah itu hak semua warga bukan hak sekelmpok orang saja katanya. bagai mana mau terbuka jika kantor Desa saja tutup terus, hingga warga betul betul kecewa tuturnya.

Ketika kami konfirmasi dengan sekretaris LPKRI Edi Harjoli menjelaskan Syarat Kriteria Penerima BLT Dana Desa 2021 adalah : Warga desa yang merupakan keluarga miskin/pra sejahtera, Keluarga yang kehilangan mata pencaharian, Keluarga yang terdampak Covid-19 dan belum menerima Jaringan, Pengaman Sosial   lainnya, seperti bantuan PKH atau Bantuan, Pangan Non Tunai   (BPNT), Belum terdata sebagai penerima dana desa, Ada anggota keluarga yang rentan sakit kronis. Sedangkan mekanisme  pendaftaran BLT Dana Desa  edi menjelaskan bahwa : Pendaftaran BLT Dana Desa dilakukan melalui Relawan Desa Lawan Covid-19 di Desa, Data yang sudah dikumpulkan akan diverifikasi oleh musyawarah Desa, Kepala Desa kemudian menandatangani legalitas dokumen pendataan,  Lalu, Kepala Desa akan melaporkan dokumen pendataan kepada Camat, Kemudian, Camat melaporkan dokumen pendataan kepada Bupati.

Menurut Edi jika tidak dilakukan dengan mekanisme yang benar akan menimbulkan kecemburuan sosial dan penyimpangan pada realisasi dana tersebut. Dan  seringkali terjadi temuan yang berujung kepada institusi penegak hukum yang menjerat Kades dan pengurus. Mestinya pemerintah setempat segera cepat tanggap jika ada persolan dan keluhan masyarakat seperti yang terjadi di Desa Bengko tegas Edi. ( Tim red )