Media Sosialisasi Program Kotaku Tanpa Kumuh Belum Efektif

Bengkulu, in- Mewujudkan Kota Bengkulu bersih tanpa kumuh, Kota Bengkulu membangun terobosan dengan program kota tanpa kumuh.

Data terhimpun kelurahan yang mengikuti program ini adalah: kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Malabero, Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Dusun Besar, Kelurahan Pintu Batu, Kelurahan Belakang Pondok, dan Kelurahan Kebun Keling.

Untuk mensosialisasikan program ini kepada masyarakat pemerintah setempat memanfaatkan media sosialisasi berupa: 1) spanduk yang dipasang di kantor kelurahan dan lokasi-lokasi strategis. 2) buletin program KOTAKU yang dibagikan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk kemudian disebarkan kepada masyarakat, 3) video pendek tentang KOTAKU yang diputar dipertemuan-pertemuan BKM dan kelurahan, 4) Leaflet, yang disebarluaskan kepada masyarakat, 5) Banner yang dipasang di sekretariat KOTAKU dan di Kantor Kelurahan, 6) Talk show di televisi yang dilaksanakan setahun 2 kali.

Media sosialisasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat mengikuti program ini. Turut berkontribusi di program kotaku tanpa kumuh 2 orang peneliti dosen dari Universitas Dehasen Bengkulu menyumbangkan pemikirannya.

Kedua peneliti ini adalah Dosen Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu. Indria M. Ikom menjelaska ia sebagai ketua peneliti dan didampingi oleh rekannya Bayu Risdiyanto MPSSP Sebagai anggota.

“Kami telah melakukan penelitian sejak bulan Juni sampai Agustus 2019, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan media sosialisasi program kotaku tanpa kumuh dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sehingga berdampak seluruh masyarakat dapat terlihat mensukseskan program tersebut” Jelas Indria kepada in saat sedang melakukan penelitian.

Selanjutnya, Indria menjelaskan bahwa keberhasilan suatu program pemerintah seperti program kotaku tanpa kumuh ini harus melibatkan masyarakat.

“Semua masyarakat harus terlibat, oleh karenanya kita coba melakukan focus group discussion (FGD) di KSM-KSM dan BKM-BKM masing-masing kelurahan yang mengikuti program ini” Kata Indria.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa hasil penelitiannya menunjukan media sosialusanya selama ini kurang produktif.

“Media sosialisasi Program KOTAKU yang ada sekarang ternyata belum mampu merubah perilaku masyarakat atau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih dan kondisi tersebut semakin parah akibat ada beberapa pendamping atau fasilitator dalam Program KOTAKU kurang berperan aktif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang kebersihan lingkungan. Karena itu, Kami menyarankan adanya pembenahan kompetensi dan kapasitas Pendamping atau Fasilitator dalam pengembangan masyarakat sehingga tujuan Program KOTAKU dapat tercapai” Pungkas Indria

Sementara itu, Warga Kebun Keling Amir menjelaskan kepada in, (28/08) biar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, alangkah baiknya kalau papan pengumuman atau spanduk atau media sosialisasi juga menyebutkan pasal-pasal peraturan yang menyebutkan denda atau sanksi bagi pelanggarnya. (RM)