Merasa Ditipu, Oknum Kades dilaporkan Warganya ke Polisi

Tidak ada komentar 204 views

BengkuluUtara,independentnusantara.com – Hermanto (36), warga desa Tanjung Dalam kecamatan Ulok Kupai Bengkulu Utara Jumat(20/07/2018) mendatangi mapolres Bengkulu Utara. Hermanto di dampingi Ketua LSM Gerap Bengkulu Utara Melaporkan Kepala Desa Tanjung Kemenyan kecamatan Napal Putih Mh dan 4 Warganya Fr, Ml, Dd, serta Ms dalam kasus dugaan penipuan pembelian tanah di desa tanjung kemenyan.

Dalam laporannya, Hermanto mengaku dirinya di tipu oleh sang kades serta 4 Warganya atas pembelian tanah seluas 8 hektar, kepada para terlapor.

” Pada 12 Juni 2018 yang lalu saya datang kerumah pak kades menemui kades menanyakan apa benar tanah tersebut tanah saudara ML kata pak kades iya, dengan keyakinan dari pak kades maka saya membeli tanah tersebut. pada tanggal 13 Juni pak kades buat surat jual beli dan saya bayar lahan tersebut di rumah Fr di Tran Lapindo. Uang sebanyak 58.500.000,- dana tersebut di terima Fr, Ml, ms dan Dd yang saat itu di saksikan oleh adek saya dan istri Fr sendiri, setelah 5 Hari kemudian saya menebas lahan tersebut dan pak kades tanjung kemenyan Muhtadi mengajak saya masuk serfikat Prona Tahun 2017. Saya daftarkan ke pak kades 3 Persil atas nama saya, anak saya dan Istri saya, karena saya bukan orang desa tanjung kemenyan untuk ngurus Prona tersebut saya Bayar 1 Juta Per Persil maka 3 persil saya bayar 3 Juta. Setelah saya tebas dan tebang dan mau nanam maka ada 5 Orang datang ke saya, di marah-marah dan saya di ancam jangan garap lahan tersebut karena itu lahan mereka yang melarang saya adalah, Syahril, Dinoto, Romi, bidek dan eri ungkapnya.

Tidak berhenti sampai disitu, lantaran kurang percaya dengan apa yang dialamilnya, korban langsung menanyakan kasus yang menimpanya kepada sang kades, namun ternyata lahan tersebut memang bukan milik keempat warga tersebut,

“Saya heran dan Saya terkejut kan tanah ini saya beli dari pak mualimin dan kawannya karena kurang puas saya tanya sama pak kades Karena saya kurang puas,maka pada tanggal 9 Oktober 2017 saya di ajak rapat di desa, Dalam rapat tersebut Ml dan kawan-kawannya mengakui bahwa itu bukan tanah dia, dan mereka siap mengembalikan duit saya. Tapi setelah rapat tersebut sampai sekarang tidak ada pengembalian uang, setiap saya tanya malah marah-marah dan saya tanya ke Kepala Desa malah dia Tadi ambil pusing lagi dan tidak bertanggung jawab”,jelasnya.

Puncaknya, karena merasa di tipu oleh kepala desa dan rekannya, akhirnya korban melaporkan kasus tersebut kepihak yang berwajib. ” saya lapor ke polisi dan laporan saya sudah saya uraikan, saya di periksa sampai jam 11 malam. Keterangan dan bukti saya sudah serahkan ke polres Bengkulu Utara. Saya berharap polres Bengkulu Utara bisa mengusut tuntas perkara ini, karena saya di tipu oleh kades dan 4 orang warganya. Kerugian yang saya alami ini bukan sedikit sudah RP. 58.500.000, Duit itu saYa juga jual kebun saya dekat dusun saya. Saya sangat di rugikan. Saya percaya Pihak polres bisa mengusutnya,” Kata Hermanto. (Mj)