Nama Pemekaran Kabupaten Pekal Sebaiknya Ikuti Nama Proposal Yang Lama

BengkuluUtara,IN-Menjelang Pilkada Bengkulu Utara gaung Pemekaran mulai mucul kembali, apakah ini di jadikan alat politik menraik simpati masyarakat atau benar-benar berjuang untuk masyarakat, banyak pihak mendorong pemekaran kabupaten pekal di munculkan kembali, walaupun pemerintah pusat belum membuka kran untuk mencabut moratorium pemekaran/pembentukan Daerah Otonimi Baru (DOB).

Sekretaris Presedium Pemekaran Kabupaten Pekal Ibnu Majah, Amd. Com mengatakan, ya memang lumrah setiap mau mejelang ajang Pileg dan Pilkada selalu muncul tentang pemekaran. Ya kami apresasi dalam hal ini. Semoga dorongan dan dukungan semua pihak mudah-mudahan Kabupaten Pekal bisa terwujud dan bisa terlaksana dengan baik ujarnya.

Lebih lanjut Majah mengatakan sebaiknya Nama Kabupaten tetap Kabupaten Pekal sebab nama ini sudah melekat di masayrakat dan teman-teman yang ada di pemda bengkulu utara, pemda propinsi bahkan di kemendagri juga sudah tahu bahwa Pemekaran Kabupaten Pekal itu sudah sering terdengar. Mengapa saya mengatakan tetap Nama kabupaten Pekal sebab proposal pada tahun 2004 yang silam nama Kabupaten adalah Pemekaran Kabupaten Pekal, memang betul waktu itu masih belum di sahkan DPRD Bengkulu Utara namun Proposalnya sudah di buat dengan baik dan sudah di ajukan ke dewan dan mengingat mengambil kebijakan 2 Kabupaten maka harus melalui 2 Pemerintah Kabupaten, 2 DPRD Kabupaten dan Propinsi Bengkulu.

Pada tahun 2015 di munculkan kembali sewaktu itu ada pertemuan di rumah makan Daffasanur yang kala itu di hadiri Ketua Presedium lama yaitu H. Rahman Hamid, Almarhum H. Sultan Bangsa, Bapak Wakil Bupati Ir Mian, Ketua Ikatan Masyarakat Pekal Ihwan Halidi dan Tokoh Presedium lainnya waktu, rapat di bentuklah Formatur yang di pimpin oleh Bapak Wakil Bupati Ir Mian maka ketuanya tetap Bapak H. A Rahman Hamid dan sekretarisnya di angkat saya. Berselang beberapa bulan kemudian rapat lagi di kemumu bahwa Ketua Presedium lama mengundurkan diri dalam rapat mengangkat H. Yurman Hamedi sebagai Ketua Presedium Pemekaran Kabupaten Pekal yang baru, nama itu tetap melekat yaitu Pemekaran Kabupaten Pekal Ujarnya.

Karena waktu rapat tersebut tidak mungkin bisa mengambil kecamatan tetangga maka proposal belum bisa di ajukan menunggu sarat kecamatan lengkap, karena pada umumnya masyarakat Bumi pekal di bengkulu utara menginginkan wilayahnya berada di daerah Kecamatan Ketahun, Kecamatan Napal Putih, Kecamatan Ulok Kupai, Kecamatan Putri Hijau, Kecamatan Marga Sakti Sebelat dan Kecamatan Pinang Raya, mengingat kecamatan Pinang Raya dan Marga Sakti Sebelat baru di mekarkan belum genap usia maka proposal belum bisa di ajukan ke DPRD Bengkulu Utara.

Pada tahun 2018 yang lalu ada sejumlah tokoh mulai melakukan konsolidasi dan sosialisasi kembali, yang mana di namakan penggagas Pembentukan Kabupaten Bengkulu Utara menjadi 2 Kabupaten, yang mana seingat saya penggasnya sudah melakukan Rodshow ke sejumlah kecamatan dalam wilayah Bumi Pekal, seingat saya penggagas ini adalah Zamhari As Jamal yang masuk dalam Presedium Kabupaten Pekal 2004, Mumung Komarudin, Alhakim S,Sos M.Si, Paidi (ketua Prsedium Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Halidi S, Tokoh Masyarakat dan juga Presedium Kabupaten pekal 2004 dan Prsedium Kecamatan Marga Sakti Sebelat 2005 dan tokoh lainnya, puncaknya tokoh-tokoh ini menemui Ketua DPRD Bengkulu Utara belum lama ini minta dukungan. pada intinya pengagas ini menginginkan Kabupaten Bengkulu Utara ini mekar, ya kami dari Presedium Pemekaran Kabupaten pekal mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dorongan dari tokoh-tokoh ini.

Kami harap para tokoh penggagas ini mari kita ke Roh awal Pemekaran/Pembentukan Kabupaten Bengkulu Utara menjadi 2 Kabupaten yaitu Pemekaran Kabupaten Pekal, nama kabupaten tidak usah di permasalahkan sebab Pekal itu adalah wilayah yang ada di Bengkulu Utara semula di huni oleh warga Pekal, seiring perkembangan zaman wilayah ini sudah bahu membahu dengan warga yang ada dari daerah luar seperti warga transmigrasi dan pendatang lainnya, mari kita berwawasan lebih luas, Kabupaten Pekal adalah wilayah bumi pekal di mana wilayah ini sudah tahu di mana-mana bahkan di Asia tenggara juga sudah terkenal dengan Pekal, Maka sebaiknya Nama Kabupaten tetap yaitu Kabupaten pekal, bahkan kami juga sudah melakukan koordinasi di tingkat bawah, rata-rata masih banyak nama Kabupaten tetap dengan Nama Kabupaten pekal. Sebagai contoh di Sumatra Utara banyak Kabupaten yang namanya daerah setempat.

Lebih jauh majah mengatakan kami selalu berkoordinasi dengan pihak pemerintah pusat, bahwa sarat pemekaran harus di penuhi, saya sudah berulang kali berangkat ke kemendagri bagian Ditjen Otonomi daerah, pemekaran bagian sumatra, bahwa sampai saat ini Pemekaran propinsi, Kabupaten dan Kecamatan di tiadakan sampai pelantikan presdien, bahkan juga untuk pemekaran kita harus mengacu pada Undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang pemerintah Daerah. Di mana di sana sudah mengatur semuanya.

Kami yakin jika kran/moratorium di buka Pak Bupati siap membantu sampai jadi, asalkan sarat pemekaran terpenuhi, yakinlah masyarakat jangan ragu sama pak Bupati Ir Mian Rohnya ada di bumi pekal, tempat tinggalnya ada di bumi pekal usahanya juga ada di bumi pekal bahkan kita masyarakat pekal sudah memberi penghargaan gelar adat pekal dengan nama Rio Sakti Perancang Bumi Pekal, maka dengan ada gelar adat kita ini yakin Pak Bupati berpihak kepada kita, saya tahu betul bupati sangat merespon tentang pemekaran Kabupaten Pekal, karena mulai dari awal pembentukan 2004, dan 2015 beliau selalu memberi suport dan hadir setiap pertemuan bahkan beliau juga masuk dalam penasehat Presdedium Pemekaran Kabupaten Pekal, kita lihat pembangunan juga sudah banyak mengarah ke Bumi Pekal.

Pada intinya pemekaran itu jadi wajib ada campur tangan pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, asalkan syarat pemekaran cukup, kalau pemerintah kabupaten siap mendukung segala hal maka pemekaran itu pasti jadi, baik segi moril dan materil, karena pemekaran itu adalah pemisahan 1 wilayah menjadi 2 wilayah, maka ikut andil pemerintah sangat di butuhkan, saya menghimbau kepada masyarakat bumi pekal jangan mudah terpancing dengan berita yang belum tentu benar, jangan mudah terpancing dengan hal-hal merugikan kita, yakinlah pemekaran ini bukan kita saja, bengkulu ini yang masih menunggu ada 1 yaitu Kabupaten Lembak, itu sudah masuk ke pusat sudah di ketuk palu DPRD Kabupaten dan Propinsi, belum lagi daerah lain, seingat saya saat saya mendatangi Ditjen Otonomi Daerah ada kurang lebih 500 Proposal baik Kabupaten maupun Propinsi mengusulan pemekaran tapi masih mentok dan belum bisa di urus ujar Pria Kelahiran Bumi Pekal ini. (Ali)