Oknum Kades Tersangka Cabul Resmi di Bui

Tidak ada komentar 365 views

Benteng, IN – Polsek Talang Empat telah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara terkait dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kades di Kecamatan Talang Empat, Ag terhadap dua siswi SMA. Bahkan kemarin Ag telah resmi ditetapkan sebagai tersangka (tsk). Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP. Ariefaldi Warganegara, SH, S.Ik, MM melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu. Ahmad Khairuman, SE membenarkan hal tersebut.

Penetapan tsk berdasarkan sejumlah keterangan dari korban, saksi, terlapor hingga pihak lainnya. Termasuk beberapa barang bukti yang diamankan. ‘’kita sudah melakukan pemanggilan kembali oknum kades dan langsung kami tetapkan sebagai tsk,’’ ujar Ahmad.

As dilaporkan masyarakatnya atas dugaan pencabulan yang dilakukan terhadap dua orang siswi sebut saja Kuntum (16) dan Mawar (16). Perbuatan ini terjadi pada hari Kamis (25/7) malam di kantor desa itu sendiri. Data berhasil dihimpun, Kuntum berniat mengurus surat keterangan tidak mampu untuk dilampirkan syarat penerimaan biaya sekolah.

Sekitar pukul 20.15 WIB, Kuntum mendatangi rumah kades. Kemudian bersama kades, dirinya diajak ke kantor desa untuk mengambil surat tersebut.

Setiba di kantor desa, Kuntum mulai merasa gelisah akibat gelagat mencolek tubuhnya. Karena takut, Kuntum akhirnya menjemput Mawar untuk menemaninya sembari kades menyelesaikan surat yang diminta. Namun, oknum kades kembali berulah dengan melakukan aksi yang sama. Sampai akhirnya keduanya memutuskan pulang dan dalam keadaan menangis Kuntum dan Mawar tiba dirumah. Melihat anaknya menangis, sang ibu, Sr lantas menanyakan prihal tersebut. Kuntum sempat tak ingin memberikan keterangan apapun, sampai akhirnya Mawar menceritakan hal yang terjadi kepada Sr. Kaget, akhirnya pihak keluarga mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian ke kepolisian.

Sebelumnya sang oknum kades ini juga pernah tersandung kasus yang serupa, As dilaporkan oleh perangkat desanya sendiri atas dugaan telah mengganggu istri sekdesnya sendiri. Namun upaya perangkat desa saat itu terhenti karena dianggap tidak cukup bukti. Meski sang oknum kades telah membuat surat perdamaian saat itu. (**)