Padang Kuas Berdarah Pelaku Terancam Hukuman Mati

IN – Winarso 55 Tahun tewas di tembak oleh MD (23), di Desa Padang Kuas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Adapun Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh MD bermotif dendam karena  Winarso dianggap berkhianat pada saat pencalonàn Kepala Desa di Tahun 2019 lalu.

Seperti dijelaskan Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto Dalam jumpa persnya kepada awak media melalui kepolisian Resort Seluma bahwa MD sakit hati karena orang tua MD kaĺah dalam pencalonan kades 2019 lalu dan Winarso yang awalnya mendukung orang tua MD berbalik arah mendukung calon lain.

Motif pelaku MD menembak Winarso ini adalah motif sakit hati karena pada saat pemilihan kepala Desa Padang Kuas Tahun 2019 lalu, orang tua pelaku yang bernama Suhanto ikut mencalonkan diri sebagai kepala Desa namun tidak terpilih, dimana Winarso atau korban ini disuruh untuk mencari suara untuk Suhanto. Namun, Winarso berbalik mendukung calon lawan,” jelas AKBP Darmawan Dwiharyanto, pada Selasa (07/09/2021).

“Tersangka menuturkan juga sakit hati karena korban sering mengejek dengan perkataan tersangka mantan napi dan tidak akan jadi orang atau tidak punya masa depan, sehingga tersangka tersinggung dan emosi,”

Kapolres melanjutkan, untuk ancaman pidana tersangka dijerat pasal 340 subsidair 330 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka M-D alias Aidit yang tergolong psikopat ini terancam hukuman mati atas pembunuhan berencana, hukumannya jelas pada pasal 340 subsidair 330 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup,” lanjut AKBP Darmawan Dwiharyanto.

Selain mengamankan tersangka M-D, dalam proses pengembangan Tim Puyang Serawai Polres Seluma juga mengamankan rekan tersangka M-G alias Maman warga Bumi Ayu Kota Bengkulu yang pemiliki senjata api rakitan yang dijual kepada tersangka M-D seharga 700 ribu Rupiah.

“Saya kembali meluruskan senjata api rakitan yang digunakan tersangka M-D ini bukan dibeli secara online, tapi dibeli dari rekan tersangka M-G alias Maman yang tersangka beli langsung dikontrakan M-G di Bumi Ayu Kota Bengkulu seharga 700 Ribu,” ujar Kapolres dalam konferensi Pers nya.

Sementara itu, rekan tersangka M-G dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, pasal 1 ayat 1 tentang kepemilikan senjata api ilegal tanpa izin  dengan ancaman hukuman 20 Tahun penjara.  (SDK)