Palsukan Syarat Dukungan,Balon Bupati di Jemput Polisi

CURUP,INLantaran memalsukan syarat dukungan ,Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu melakukan upaya penjemputan paksa terhadap bakal calon bupati dan wakilnya setelah ditetapkan tersangka dalam kasus pemalsuan syarat dukungan pemilihan jalur perseorangan, kasus ini pertama terjadi di Indonesia dalam kisruh Pilkada.

Bakal calon yang akan ikut pemilihan calon Bupati Rejang Lebong ini adalah pasangan Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah. Upaya penjemputan paksa dilakukan setelah polisi melayangkan dua kali pemanggilan namun pasangan tersebut tidak memenuhi undangan kepolisian.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Dheny Budhiono dalam rilisnya pada media menyebutkan upaya jemput paksa dilakukan Rabu 22 Juli 2020 pukul 12.30 WIB di rumah (Posko Pemenangan pasangan) Desa Perbo, Kecamatan Curup Utara Kabupaten, Rejang Lebong, Bengkulu.

“Upaya penjemputan paksa terhadap Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah yang telah ditetap sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pemilihan,” kata Dheny Budiono, Kamis (23/07).

Upaya paksa dipimpin Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP. Andi Kadesma ( Sentra Gakkumdu Kabupaten Rejang Lebong ), Opsnal Sat Reskrim Polres RL, yang diterima oleh Ketua Tim Pemenangan tersangka.

Sayangnya upaya jemput paksa tersebut gagal karena pasangan tersebut tidak berada di tempat.

Bikto anak dari Syamsul Effendi saat menerima kedatangan petugas menyebutkan bahwa Syamsul sedang berada di Jakarta.

Penjemputan tersebut dilakukan karena upaya pemanggilan telah dua kali dilayangkan sebelumnya, yang mana kandidat telah ditetapkan tersangka atas dugaan pemalsuan syarat dukungan.

Selanjutnya, tim penyidik Polres Rejang Lebong mendatangi rumah Samsul Efendi yang juga sekretariat tim pemenangan Desa Perbo Kecamatan Curup Utara.

Penyidik ditemui Ketua Tim Pemenangan Samsul-Hendra Tingkat Kabupaten Rejang Lebong, Maulana Ishak dan didampingi Bigto Samsul, sempat terjadi perbincangan sekitar 30 menit.

Kandidat tersebut dinyatakan sedang tidak ada ditempat dan dipersilahkan tim penyidik untuk melakukan penggeledahan jika merasa tidak percaya.

Tim pemenangan Samsul-Hendra, Bigto Samsul menyatakan bahwa Bapaslon Samsul-Hendra akan ada di Kabupaten Rejang Lebong dan persoalan ini sudah diserahkan sepenuhnya pada pengacara.

Diketahui sebelumnya perkara ini menurut Bawaslu Bengkulu bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan pemalsuan dukungan yang dilakukan pasangan ini.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu Halid Saifullah mengatakan, penetapan tersangka itu diumumkan pada pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Syamsul Efendi dan Hendra Wahyudiansyah karena adanya laporan masyarakat mengenai pencatutan nama dukungan menggunakan KTP untuk Pilkada Desember 2020.

“Tersangkanya sudah ditetapkan oleh kepolisian. Ini merupakan kasus pertama di Indonesia hingga menjadi rujukan Bawaslu seluruh Indonesia untuk menangani perakra yang serupa,” jelas Halid Saifullah saat diwawancarai, Kamis (23/07).

Ia menjelaskan perjalanan perkara pada pemeriksaan pertama karena masih terdapat perbedaan penafsiran pemenuhan unsur pidana karena pasal yang disangkakan yakni pasal 185 A Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota.

Pemeriksaan pertama yang dihentikan itu saat tahapan verifikasi administrasi di KPU Rejang Lebong terhadap pasangan bakal calon yang maju melalui jalur perseorangan.
Sedangkan pemeriksaan tahap kedua yang perkaranya saat ini naik ketahap penyidikan yaitu pada tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan.

“Kasus ini pertama dilaporkan ke kepolisian, kemudian oleh kepolisian didorong ke Gakkumdu dan setelah diskusi panjang akhirnya digunakan pasal 184 juncto pasal 81 dengan pendekatan pada syarat-syarat pencalonan dan ini akhirnya naik ke penyidikan,” ungkap Halid.(red)