Peduli Korban Covid-19, Gubernur Rohidin Kunjungi Rumah Warga

Bengkulu,  In- Pandemi Corona atau Covid-19 yang telah menjadikan provinsi Bengkulu masuk zona merah, membuat masyarakat hawatir. Khususnya masyarakat sekitar tempat tinggal pasien positif Covid-19 yang melakukan perawatan dengan cara isolasi mandiri di rumah.

Padahal, isolasi mandiri merupakan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan prosedur pemantauan perkala dari tenaga medis sehingga masyarakat tidak usah hawatir.

Untuk meyakinkan masyarakat yang memiliki pemahaman salah terhadap isolasi mandiri pasien Covid-19, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengunjungi rumah pasien positif Covid-19 pada hari Rabu 15/04 didampingi tenaga medis dan ketua RT setempat.

Selain untuk menghilangkan rasa kehawatiran warga secara umun dan sekitar tempat tinggal pasien, Gubernur Rohidin juga ingin memberikan suport kepada pasien agar tetap kuat dan terus melawan wabah ini hingga sembuh.

Langkah Gubernur Rohidin ini menuai kagum masyarakat provinsi Bengkulu. Salah satunya Ujang, seorang pekerja swasta Kota Bengkulu. Ia mengatakan, di tengah pandemi seperti ini sudah pasti menambah beban berat seorang kepala daerah.  Sehingga, katanya, kita patut memberikan apresiasi karena hadirnya beliau ke rumah pasien positif Covid-19 tersebut, telah menanamkan pemahaman baik kepada masyarakat luas untuk juga memberikan dukungan bukan malah mengucilkan pasien.

“Kita dibuat malu oleh gubernur, karena telah ikut andil menjadikan situasi buruk kepada pasien. Yang seharusnya kita dapat membantu baik moral maupun materi karena pasien tidak bisa ke luar rumah,” tutur Ujang, Jumat 17/04/2020.

Senada juga disampaikan Beni (35). Pria yang berprofesi sebagai driver Ojol ini mengatakan, seharusnya masyarakat tidak boleh memberikan stigma buruk dan prasangka kurang baik terhadap orang yang terpapar positif Covid-19 ataupun yang terdampak tidak langsung.

“Pekerja seperti kami, kadang juga merasa kecil hati dengan sulitnya mendapatkan orderan. Ditambah lagi dengan ‘pandangan buruk’ yang kami dapatkan karena kami berjuang di luaran rumah,” ungkap Beni. (Roni Marzuki)