Pembangunan Lumbung Pangan Desa Beringin Datar Di Duga Menyalahi Aturan

IN – Bengkulu Selatan ,pembangunan lumbung pangan di Desa Beringin datar yang menghabiskan dana sebesar RP 500,000,000. Lebih .tahun anggaran 2021 sumber dana (DAK).

Kegiatan yang terbagi beberapa item di antaranya pengadaan mesin giling padi ,pembuatan lantai jemur, pembangunan rumah rice miling di duga banyak kejanggalan. Bedasarkan keterangan narasumber di lapangan mantan ketua GAPOKTAN yang lama Paima menyatakan, mulai dari proses pergantian anggota Gapoktan itu sudah tidak sesuai prosedur. karna Gapoktan sejahtera yang baru itu akta notarisnya patut di pertanyakan terdaftar pada tanggal 28/6 /2021 yang beranggotakan hanya 10 orang saja. Padahal Gapoktan itu gabungan dari beberapa kelompok tani .yang jadi pertanyaan di bentuknya Gapoktan yang baru seolah olah  ada permain dengan pihak dinas ketahan pangan Bengkulu Selatan ujarnya ,

Lanjut paima pengadaan mesin giling padi yang di pihak ketigakan itu juga patut di curigai ,karna sampai saat ini kita tidak tau perusahaan mana pemenangnya, karna setau kami yang membelanjakan pembelian mesin giling padi senilai 180 juta itu di belikan langsung oleh kepala dinas ketahan pangan Bengkulu Selatan Iskandar AZ. Begitu juga dengan pengerjaan halaman jemur padi yang seharusnya di swakelolakan tapi kenyataanya di lapangan itu di kerjakan pekerja dari luar Desa. Jadi bagai mana cara membuat laporan harian orang kerja( HOK ). Jadi kami sebagai pengurus lama yang di zolimi. mohon kiranya masalah ini di proses oleh penegak hukum khususnya APH di Bengkulu selatan jelasnya .

Terpisah kepala dinas ketahanan pangan Iskandar AZ, di temui di ruangan kerjanya menjelaskan, saya sebagai kepala dinas tidak perna mengarahkan kepada siapapun tapi pada saat itu saya sebagai kepala dinas menekankan agar segera ada kepengurusan yang syah agar kegiatan bisa berjalan tepat waktu bahkan sudah lebih dari enam bulan saya beri waktu. Dan masalah belanja mesin itu memang benar saya yang menjemput di Palembang. Tapi yang membelanjakan itu perusaahan pemenang lelang jelas Iskandar. Tanpa menjelaskan perusahan mana pemenang lelangnya, dan dia minta masalah ini jangan lagi di besar besarkan dan di beritakan di media.

Editor : NS.JN