Pendidikan jarak jauh ( PJJ ) dan tantangannya dimasa pandemi

gambar ilustrasi

Menenurut Eri Yulian Hidayat kadis Dikbud Provinsi Bengkulu peran guru, orang tua/wali dan peserta didik harus bekerja sama untuk menumbuhkan semangat belajar yang tinggi serta mencari problem solving dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peserta didik dalam menyerap materi baik daring, luring atau blended. Peserta didik harus tetap belajar di masa pandemi Covid-19 ini guna menjawab semua tantangan menuju era Revolusi Industri 4.0 dan menghasilkan output kemandirian siswa dalam belajar saat di sekolah maupun di luar sekolah.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang mana peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya. Pembelajaran elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika/gawai dan teknologi berbasis jaringan internet.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi pilihan utama dalam menyerap materi yang dipilih peserta didik pada masa pandemi. Daring, luring dan blended merupakan cara untuk para peserta didik melaksanakan proses PJJ. Penguasaan IT dan adaptasi siswa dalam menyerap materi yang berbeda dengan yang biasa dilakukan merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Penguasaan teknologi dalam menggunakan laptop, WhatsApp, dan berbagai jenis media yang bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan pembelajaran daring menjadi hal yang sangat urgen. Apapun bentuk proses pembelajaran baik daring, luring maupun blended harus tetap dilaksanakan agar pembelajaran tetap berjalan. Berbagai cara dilakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dan peserta didik tetap merasakan pendidikan meskipun menggunakan kurikulum darurat yang disusun oleh Dinas Pendidikan.

Agenda kegiatan pembelajaran yang tertuang dalam rencana pembelajaran jarak jauh berupa skenario pembelajaran yang dituangkan dalam sebuah tugas menjadi pengganti kegiatan peserta didik yang semula dilakukan secara tatap muka dilakukan dengan mengkolaborasikan peran orang tua peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilakukan di rumah. Orang tua turut berperan sebagai pendamping para peserta didik saat belajar di rumah. Walaupun terdapat kendala di lapangan, misalnya kurangnya pengetahuan di bidang IT, bahkan ada sebagian peserta didik yang tidak mempunyai handphone sehingga ini menjadi tantangan siswa saat melaksanakan belajar jarak jauh.

Dikbud Provinsi Bengkulu selama masa pandemi cukup sukses menerapakan sistem belajar daring sebab para guru melalui arahan Dikas provinsi Bengkulu terus berinovasi dan beradaptasi mengikuti laju perkembangan teknologi agar siswa nya tidak ketinggalan. Dalam mengikuti materi pelajaran.

Editor : Sadikin