Penjelasan terbaru Kadis Nakertrans provinsi Bengkulu terkait program ausbuilding ke Jerman

photo ekslusif independentnusantara.id

IN – Edwar Heppy, S.Sos Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Bengkulu setelah dilantik wakil Gubernur Rosjonsyah pada April 2021, menyambut hangat dan ramah ketika ditemui tim redaksi Independent nusantara di ruang kerjanya.

photo bersama Nakertrans yang lulus seleksi ausbuilding ke Jerman

Dalam kesempatan ini kami ingin membahas masalah khusus terkait program ausbuilding ( magang ) ke Jerman yang dilaksanakan  oleh Dinas Nakertrans pada tahun 2019 yang dilepas lansung oleh Bapak Gubernur Rohidin di halaman apel pemerintah Bengkulu sebanyak 30 0rang. Karena kedatangan tim Independent nusantara ingin membahas program ausbuilding,  sedangkan program ini sudah berjalan sebelum beliau menjabat Kadis Nakertrans , beliau memanggil Kabid jauhari, SH yang khusus menangani program ini, untuk membantu menjelaskan perkembangan terakhir dari program tersebut.

photo proses seleksi sebelum pemberangkatan

Ketika kami konfirmasi  lansung dengan Kabid Jauhari, SH beliau menyatakan semua biaya tersebut ditanggung oleh pemerintah dan sudah ada yang diberangkatkan, akan tetapi karena situasi COVID – 19 pemberangkatan masi tertunda, pada saat itu. Meski ada sebagian yang sudah berhasil diberangkatkan ke Jerman’’ ada juga yang mengundurkan diri dan ada juga yang tidak mau pulang ke Bengkulu dan mendapatkan kerja Di Bandung sambil menunggu, mereka masih tinggal di mes tempat pelatihan magang.

Selanjutnya Kadis Nakertrans Edward menyatakan bahwa Gubernur Rohidin mempunyai perhatian khusus terhadap program Ausbuilding ini, karena program ini adalah program unggulan untuk mengurangi pengangguran. Dan menambah wawasan dan pendidikan. Tapi sangat disyangkan sementara anak anak yang mau diberangkatkan masi menjalani pelatihan di Bandung wabah COVID datang hingga lockdown waktu itu mempengaruhi proses pemberangkatan jawab Edwar heppy tersenyum ramah.

Begitu selesai dilantik saya dan Kabid Jauhari lansung berangkat ke Bandung untuk cros cek keadaan dan bertemu pihak ke tiga yang melatih anak – anak  yang sedang pelatihan di Bandung sebab anak anak yang lulus verifikasi di Bengkulu mesti kursus bahasa jerman di Bandung. Tapi karena masalah COVID – 19 Jerman menunda pemberangkatan untuk anak yang mau magang dan kuliah dinegaranya.sehingga karena masi menunggu dan situasi COVID 19 sebagian dipulangkan dulu, ada juga yang sudah berhasil diberangkatkan sebelum datang COVID -19, karena pemberangkatan berdasarkan panggilan dari Dinas tenaga kerja Negara Jerman sambung Jauhari Kabid.

Jadi program ausbuilding tertunda karena suasana COVID  bukan ada hal yang lain,  kalau seandainya tidak adanya wabah Covid ini, tidak ada kendala dan masalah jelas Jauhari.

Editor      : Sadikin

Reporter : edi. H