Polda Bengkulu Jerat Hukuman Mati Dua Pengedar Sabu

Tidak ada komentar 144 views

BENGKULU,IN – Polda Bengkulu menjerat dua pengedar narkotika jenis sabu yakni GFJ (22) dan MA (19) warga kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.

Tidak tanggung polisi menjerat kedua pengedar dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, didampingi Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Bengkulu Kompol Awilza, serta panit Opsnal Subdit 3 Iptu Alfian dalam rilisnya, Selasa (04/8/2020) mengungkapkan bahwa penangkapan kedua tersangka yang diduga sebagai pengedar tersebut dilakukan kemarin Senin, (03/8/2020) pukul 17.40 WIB.

Dijelaskan Sudarno penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi yang menyampaikan seringnya lingkungan mereka terjadi penyalahgunaan narkotika. Berbekal informasi yang didapat, Personil Subdit 3 Ditresenarkoba Polda Bengkulu langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang dimaksud.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Polisi mengantongi dua identitas tersangka berinisial GFJ (22) dan M.A (19) yang sering melakukan transaksi narkotika jenis sabu di wilayah tersebut. Tak mau membuang waktu, Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka serta melakukan penggeladahan badan kepada dua tersangka.

Dalam penggeledahan badan yang dilakukan kepada dua orang tersebut, Polisi menemukan barang bukti satu paket sabu di dalam pengaman HP. Mendapati barang bukti tersebut Personel Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Bengkulu langsung melakukan interogasi kepada keduanya dari hasil interogasi diketahui bahwa barang bukti tersebut merupakan milik kedua tersangka.

Selain menyita barang bukti berupa satu paket sabu yang berada di dalam pengaman HP, polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa 1 (Satu) Unit HP warna biru, 1 (satu) unit sepeda motor supra fit nopol BD 3611 CE, 1 (satu) set alat hisap sabu, serta 5 ( lima) bungkus plastik klip bening.

‚ÄĚTindak pidana penyalahgunaan narkotika ini kejahatan yang sangat jelas tertangkap tangan,'” demikian Sudarno.(red)