Puluhan Warga Desa Air Putih Laporkan Keluhannya Ke Dewan

Bengkulu Tengah, In- Puluhan warga yang berasal dari desa air putih kecamatan talang empat kabupaten bengkulu tengah Senin, 9 Desember 2019 Pagi mengunjungi kantor dewan perwakilan rakyat (DPRD) Bengkulu Tengah.

Kunjungan puluhan warga ini untuk bertemu dengan Komisi 1 DPRD Bengkulu tengah guna melaporkan kondisi terkini di desanya.

Kehadiran warga di rumah rakyat ini disambut baik oleh anggota DPRD Bengkulu tengah Komisi 1 yang diketuai oleh Arshad Hamzah, Se.

Turut menyambut warga segenap anggota dewan komisi 1 diantaranya: 1. Budi Suryantono, S. Sos (Ketua DPRD Benteng), 2. Evi Susanti, S. Ip, (Waka II) 3. Arshad Hamzah, Se. (Ketua Komisi 1), 4. Hesti Sari Nada (Wakil Komisi 1), 5. Rahaya (Sekretaris Komisi 1), 6. Fajar Eka Putra (Anggota), 7. Hj. Elvita Feri Ramli, S. Sos, MM (Anggota), 8. Zenrodi, See (Anggota), 9. Elmiza (Anggota), 10. Nuril Aksa (Anggota), 11. Ade Saputra, S. Ip. (Anggota) dan tampak kelihatan anggota polisi dari polres bengkulu tengah.

Juru bicara warga, Hutman menjelaskan kepada awak media kedatangan warga di gedung wakil rakyat Benteng ini untuk memohon pertolongan kepada dewan bengkulu tengah dalam hal ini Komisi 1 untuk menyelesaikan permasalahan warga desa air putih yang sudah tidak tahan lagi dengan ketidak adilan di desanya.

“Saya selaku tokoh masyarakat memintak pertolongan kepada anggota dewan bengkulu tengah untuk membantu warga yang suda tidak tahan lagi dengan hasil kenerja perangkat desa air putih yang telah bertugas secara keseluruan telah bertugas lebih dari 6 tahun” Jelas Hutman.

“Warga desa air putih merasakan keegoisan perangkat desa akibat adanya aturan yang mengikat perangkat desa tidak dapat diganti. Dampaknya adalah perangkat desa air putih mendiskrimisasi warga dalam artian terjadinya pengelompokan-pengelompokan warga. Bagi warga yang dianggap orang-orang perangkat desa diprioritaskan perhatian seperti: bantuan pengurusan administrasi dan lain-lain” Tambahnya.

“Jika tuntutan warga tidak dipenuhi maka aksi warga terus berlanjut dan kurang lebih suda 250 KK dari 500 KK warga desa air putih telah menyatakan akan pindah status kependudukan” Tegas Hutman

Senada dengan Bagas warga desa air putih menjelaskan kepada awak media kami memintak dewan dapat mengakomodir aspirasi kami.

“Warga desa air putih sangat-sangat suda tidak tahan lagi dengan sikap tebang pilih perangkat desa, jangankan mempermudah warga dalam berurusan apapun senyum salam sapapun tidak ada setiap warga berkunjung di kantor desa. Jangankan di kantor desa bertemu dilingkungan desapun perangkat desa terkesan acu terhadap warga yang dianggap kelompok tidak pengikut perangkat desa, ini artinya kami didiskriminasi oleh perangkat desa” Jelas Bagas.

Sementara itu, Arshad Hamzah, Se. (Ketua Komisi 1) menjelaskan pihaknya akan segera melakukan rapat internal selanjutnya dalam waktu dekat ini akan digelar pertemuan lanjutan antara warga, dewan dan pihak-pihak terkait.

Hal yang sama dengan Budi Suryantono, S. Sos (Ketua DPRD Benteng) mengungkapkan saat ini pihaknya telah menampung seluruh aspirasi masyarakat, dan akan secepatnya ditindaklanjuti.

Di tempat terpisah, melalui pesan singkat whatsApp Ibnu Maja, Ketua Persatuan Perangkat Desa Provinsi Bengkulu (PPDI) mengungkapkan untuk mengganti perangkat desa harus mengacu kepada Permendagri nomor 67 tahun 2017. (Rm)