Respon keluhan warga, DPRD Kota Bengkulu Gelar Rapat Dengar Pendapat

Kota Bengkulu– Menindak lanjuti hasil peninjauan komisi II DPRD Kota Bengkulu terkait masalah dugaan belum keluarnya izin pembangunan perumahan oleh PT Ahsani Karya yang dituding warga menyebabkan banjir di pemukiman penduduk di sekitar Perumahan Bentiring Permai. DPRD Kota Bengkulu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing dengan Asisten II Setda Kota Bengkulu dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bengkulu pada Selasa (22/01/2019)

RDP-Komisi-2-Kota-Bengkulu-2

RDP-Komisi-2-Kota-Bengkulu-2

Dalam agenda ini turut hadir Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kepala DPMPTSP, Camat Muara Bangkahulu, dan Lurah Bentiring Permai. Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Saur Manalu menyampaikan hasil sidak komisi II ditemui gorong-gorong saluran air di kawasan tersebut terlalu kecil sehingga tidak mampu untuk menampung air dalam jumlah besar. ia menyebutkan ada 3 ruma yang setiap hujan selalu digenangi banjir. “Warga di Bentiring Permai memintak keadilan serta solusi atas banjir ini” Uangkap Saur saat memimpin Rapat

.Sementara itu, Kuasa Hukum Warga Bentiring, Reno menyampaikan, saat banjir, rumah penduduk mengalami banjir hingga terendam setinggi dada orang dewasa. Ia menduga banjir ini akibat pembangunan perumahan oleh PT Ahsani Karya yang tidak sesuai standar lingkungan. “Kami mengantongi bukti bahwa PT Ahsani Karya belum punya izin mendirikan perumahan itu,” kata Reno di ruang rapat DPRD Kota Bengkulu.

Sementara itu, Asisten II Kota Bengkulu Matriyani mengaku belum ada laporan terkait masalah ini kepada dia. Ia juga sudah mengonfirmasi ke DPMPTSP bahwa perusahaan tersebut belum memiliki izin. “Kita akan mencari solusi yang terbaik. Kalau dari developer bisa mengambil tanah (yang banjir) itu, mungkin bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Bengkulu Fery Rizal mengatakan, kawasan tersebut memang sudah sering terjadi banjir sebelum dibangun perumahan. Hal ini diakibatkan gorong-gorong yang ada di sana tidak mampu lagi menyalurkan air.

“Karena itu, kedepannya akan kita programkan (pembangunan gorong-gorong) di sana,” kata dia.

Begitu juga perwakilan manajemen PT Ahsani Karya. Ia mengetakan, kawasan tersebut memang sudah rawan banjir sejak lama. Ia menggaris bawahi bahwa yang banjir ini adalah 3 rumah warga, bukan seluruh perumahan “Kami sudah ada upaya solusi dengan warga. Misalnya, gorong-gorong akan dibangun jembatan, atau bantu timbun, atau beli rumah tersebut,” ungkap Iwan.(Rm)