Seminar Sehari BMA Bengkulu Uatar Berjalan Sukses

Tidak ada komentar 123 views

Arga Makmur,IN-Kegiatan Badan musyawarah adat (BMA) Kabupaten Bengkulu Utara belum lama ini bertempat di aula sawah resto kemumu arga makmur bengkulu utara di laksanakan acara seminar sehari dengan tema “ Melalui Seminar Pelestarian Adat kita lestarikan budaya Daerah” berjalan sukses.
Acra di mulai pada pukul 09.00 Wib di hadiri oleh Bupati Bengkulu Utara Ir Mian dalam hal ini di wakili oleh staf Ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Drs. Kiman Nazardi. MM di dampingi oleh ketua BMA Bengkulu Utara H. A. Samid, Perwakilan Polres dan Kodim Bengkulu Utara. Peserta seminar kurang lebih 50 Orang dan pembukaan di hadiri kurang lebih 100 Orang, Pengurus BMA Bengkulu Utara, FKPD dan OPD Bengkulu Utara, mahasiswa dan pemerhati adat.

ketua panitia Syarius Syarkawi, kegiatan seminar ini di lakukan oleh BMA Bengkulu Utara, peserta kurang lebih 50 Orang dari unsur Pengurus BMA Bengkulu Utara, Ormas yang ada di Bengkulu Utara, tokoh adat, mahasiswa, dinas pendidikan bidang budaya, polres, kodim, rektor unras, tokoh pemuda dan pemudi Bengkulu Utara dan pemerhati adat dan budaya.

Sumber dana kegiatan ini adalah Dana Hibah BMA Bengkulu Utara tahun 2019 yang bersumber dari dana APBD Tahun 2019, peserta mendapat uang tarnsport dan uang saku, ATK, snak, dan makan siang oleh sebab itu kedepan lebih baik kegiatan ini, kami dari panitia mohon maaf jika ada yang kurang dan salah dalam pelaksanaan kegiatan ini.

Ketua BMA Bengkulu Utara H. A Samid, kegiatan ini sesungguhnya adalah implementasi dari pemikiran para pengurus badan musyawarah adat (BMA) yang ingin menwujudkan kelestarian adat di kabupaten Bengkulu Utara. Untuk BMA sebagai salah lembaga yang menangani masalah adat dan budaya.

BMA Bengkulu utara melakukan kegiatan ini sangat penting bagi kita semua terutama untuk melestarikan adat dan budaya daerah kabupaten Bengkulu utara, karena pelestarian adat sangatlah penting untuk di lestarikan untuk anak cucung kita kedepannya, jika adat dan budaya kita terus di lestari dan di kembangkan maka kedepannya generasi muda kita lebih baik.

Lebih jauh Samid mengatakan, kami sangat mendesak Pemda Bengkulu Utara tahun 2019 harus ada pengajuan Raperda adat, karena perda adat sangat penting untuk payung hukum BMA Bengkulu utara dan pelesatrian adat kabupaten Bengkulu Utara. Jika sudah ada perda adat maka semua akan berjalan dengan baik dan lancar dan adat budaya Bengkulu Utara bisa di payungi dengan Perda Adat tersebut.

Bupati Bengkulu Utara Ir Mian yang di wakili oleh staf Ahli bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Drs. Kiman Nazardi. MM mengatakan kami pemerintah kabupaten Bengkulu Utara sangat mendukung kegiatan BMA Bengkulu Utara ini karena pelestarian adat ini adalah kerja kita bersama untuk melestarikan adat ini.

Sehubungan dengan rencana penyusunan peraturan daerah tentang adat, perlu saya sampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mersepon hadirnya peraturan daerah agar kita mempunyai payung hukum tentang adat istiadat yang selanjutnya dapat menjadi acuan bagi desa untuk membuat peraturan adat di desa masing-masing, namun demikian saya minta dalam proses penyusunan perda adat nantinya betul-betul melalui kajian dan analisis yang mendalam dengan mempertimbangkan berbagai faktor kondisi serta kemampuan untuk terlaksananya perda tersebut, kenapa saya katakan demikian mengingat pemerintah pusat baru-baru ini telah mengeluarkan semacam intruksi agar pemerintah daerah tidak sifatnya akan menghambat kelancaran proses investasi dan brikorasi pelayanan publik.

Oleh karena itu nantinya kita akan pelajari seperti apa hal-hal yang tidak di anggap tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, dan bupati berharap dengan seminar ini mendapat keputusan atau ide-ide cerdas untuk kemajuan pembangunan Bengkulu Utara melalui peran serta penguatan adat istiadat di Bengkulu Utara.

Selanjutnya seminar di laksanakan sekitar pukul 9.30 Wib dengan moderator H. Ihawan Halidi SH, S.Sos MM, dengan narasumber DR Agus Harianto SE MM M.Si dengan materi Peran Pemerintah dalam melaksanakan pelestarian adat daerah, Drs. H. S Efendi MS Ketua BMA Provinsi Bengkulu dengan Materi Peran BMA dalam pelestarian adat daerah dan DR. SGUS SETIANTO, SU dari Dosen UNIB dengan materi Penguatan nilai-nilai adat dalam mencegah terjadinya konflik sosial. (Wangki/Adve)