Seorang Istri di Bengkulu Laporkan Suami dan Mertua Ke Polisi

BENGKULU,IN – Lantaran diduga dianiaya suami, Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berinisial AH dilaporkan istrinya ke Polda Bengkulu atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pengancaman dari mertua berinisial AK terjadi pada sabtu (27/06/2020) pukul 10.30 . Istri AH, MF yang juga ASN di lingkup Pemprov mengatakan bahwa dirinya sedang menjalani proses perceraian.

Dihadapan polisi, korban MF mengaku sering diperlakukan kasar oleh AH yang tidak lain adalah suaminya sendiri, karena tidak tahan dengan perlakuan kasar tersebut akhirnya MF nekat melaporkan AH ke Polda Bengkulu.

” Dia seringkali melakukan kekerasan bahkan orangtua nya mengancam akan membunuh saya, selama 7 tahun saya sering mengalami KDRT dan tidak di Nafkahi ” cerita MF di dampingi kakak kandungnya, Minggu (28/06/2020).

MF menjelaskan dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan pengancaman tersebut di picu oleh keegoisan AH terhadap pelapor MF yang ingin menguasi barang-barang milik plapor serta ingin menguasai gono gini.

Diketahui Pada hari sabtu (27/06/2020) korban MF bermaksud menjemput anak korban di rumah orangtua AH Jln. Timur Indah Ujung, lalu korban meminta bantal tidur anaknya namun AH suami korban marah dan mendorong, menampar korban hingga terjatuh. Atas kejadian tersebut korban MF mengalami luka lecet pada lengan kanan dan bengkak pada kening.

Atas kejadian itulah MF nekat melaporkan AH ke pihak kepolisian lantaran tidak tahan lagi diperlakukan kasar oleh suaminya, MF mengaku Telah mengurus perceraian dengan AF bahkan hampir tujuh bulan pisah rumah dengan AF, buah dari pernikahan MF dan AF dikaruniai seorang anak.

Polda Bengkulu telah menerima Laporan dugaan KDRT tersebut dengan nomor laporan LP/B/558/IV/2020/Polda Bengkulu, dan rencananya polisi akan memanggil AF untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kasus tersebut.(red)