Tanggung Jawab Negara Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Keuangan Negara

Tanggung Jawab Negara Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Keuangan Negara

Oleh : SANDY SATRIA BUANA

Akhir tahun 2019 lalu, dunia di hebohkan dengan teridentifikasinya virus baru bernama Novel Corona Virus yang saat ini disebut dengan COVID-19. Yg mana virus ini merupakan keluarga besar dari virus SARS dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun lalu. Virus ini merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia, yang kemudian pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China pada Desember 2019. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, hingga Rabu (18/3/2020) sore, virus corona (Covid-19) telah menginfeksi sebanyak 201.436 orang di 156 negara termasuk Indonesia (Sumber : CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 19:21 WIB). Di Indonesia sendiri Pemerintah menyatakan ada penambahan 82 kasus positif virus corona di Indonesia pada hari ini (19/03/2020) hingga pukul 12 : 00 WIB. Sehingga total kasus positif Corona hingga hari ini mencapai 309 orang. Hal tersebut disampaikan juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 , Achmad Yurianto dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (19/3/2020). (Sumber : CNBC Indonesia | Kamis (19/3/2020)). Maka bisa kita simpulkan bahwa Pandemi Virus Corona ini merupakan masalah yang serius yang sedang dihadapi Indonesia bahkan Dunia yang kita juga belum tahu kapan Pandemi ini akan berakhir.

Mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di Indonesia tentu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Indonesia, dikarenakan selain mengancam kesehatan masyarakat Indonesia, Virus ini pun akan berdampak serius pada sektor-sektor lain di indonesia termasuk keuangan negara. Hal ini ditandai dengan melemahnya nilai Rupiah pada hari ini, Dikutip dari Riset CNBC Indonesia, Kamis (19/3/2020) pukul 12:02 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 15.400 di perdagangan pasar spot. Rupiah melemah 1,34% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. maka dari itu sangat perlu dipikirkan metode-metode penanganan yang efektif dengan mempertimbangkan segala aspek dalam menangani wabah virus COVID-19 ini agar secepat mungkin Indonesia dapat lepas dari belenggu virus ini.

Rusaknya stabilitas keuangan negara Indonesia akibat Corona sebenarnya dapat dikatakan dimulai sejak Virus Corona teridentifikasi di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Ketika aktivitas Produksi China terhambat akibat COVID-19 atau Virus Corona ini, maka secara tidak langsung berdampak pada perekonomian dunia khususnya Indonesia. mengapa jatuhnya ekonomi China berpengaruh besar kepada dunia khususnya Indonesia ? jawabannya adalah karena Produk-produk yang dihasilkan oleh China adalah produk terbesar yang dimanfaatkan oleh dunia. Produk tersebut baik berupa bahan baku mapun produk jadi. Hal itu kemudian menjadi masalah ketika negara tersebut menghentikan kegiatan produksinya sebagai akibat wabah virus Corona atau COVID-19 tersebut. China merupakan negara berukuran besar dalam perekonomian dunia, kontribusinya 17 persen dari perkonomian dunia. Dilihat dari ukuran ekonominya, sudah di atas 13 triliun dollar AS. Sebagai contoh adalah pengaruhnya dengan Indonesia. Dari total ekspor China ke negara lain, bahan baku yang digunakan sekitar 30 persennya adalah dari Indonesia. Ditambah pula wisatawan china yang datang ke Indonesia diperkirakan sejumlah dua juta per tahun. Tidak heran bila perkonomian China turun ke 1 persen maka perekonomian Indonesia akan terpengaruh sebesar 0,3 – 0,6 persen (Sumber : KOMPAS.COM | Jum’at (13/03/2020)

Jika wabah COVID-19 atau Corona di China saja mampu mengguncang perekonomian di Indonesia apalagi saat ini Indonesia sendiri secara langsung terdampak Virus tersebut yang tentu akan berdampak lebih serius terhadap perekonomian di Indonesia, maka dari itu Pemerintah sebagai pengelola keuangan negara tidak boleh tinggal diam ketika perekonomian kita terguncang sebagai dampak penyebaran virus COVID-19 atau Virus Corona tersebut. Penyebaran virus COVID-19 ini berdampak paling besar pada bisnis yang memerlukan perpindahan arus barang secara fisik, baik sebagai pembelian bahan baku maupun penjualan hasil produk. Industri pengolahan dan manufaktur juga yang terdampak besar akibat wabah ini. Begitu juga bisnis yang memerlukan perjalanan atau transportasi manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Dunia yang semakin tidak terbatas membuat bisnis dapat dilakukan di mana saja, namun karena adanya wabah Virus Corona, semua arus pergerakan terhenti. Usaha penerbangan, pariwisata, hotel, restoran, jasa pengiriman dan trasnportasi adalah jenis usaha yang juga terdampak besar. Maka wabah ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia, Oleh karena itu dalam rangka menangani COVID-19 atau Virus Corona ini, Pemerintah dituntut untuk mampu memikirkan solusi-solusi yang cerdas untuk mampu meminimalisir dampak Virus ini dari berbagai aspek.

Berbagai upaya telah coba dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi COVID-19 atau Virus Corona tersebut, diantaranya adalah Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan tiga langkah pencegahan masuknya virus Corona ke wilayah Indonesia, antara lain :

Menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota, RS Rujukan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan masuknya penyakit ini.

Menempatkan 135 thermal scanner di seluruh bandar udara di Indonesia terutama yang mempunyai penerbangan langsung ke Tiongkok

Memberikan health alert card dan Komunikasi, informasi, dan Edukasi (KIE) pada penumpang (Sumber : Kedutaan Besar Republik Indonesia | langkah dan upaya pemerintah indonesia dalam menangani dan menghadapi virus novel corona 2019 (n-cov) | (12/02/2020)

Namun sejauh ini belum terlihat dampak yang signifikan dari upaya-upaya pemerintah tersebut, ditandai dengan terus bertambahnya korban dari COVID-19 atau Virus Corona ini. Sehingga dewasa ini Pemerintah dihadapkan dengan Wacana LOCKDOWN yang semakin mencuat akibat virus ini.

Langkah LOCKDOWN sebenarnya telah dilakukan oleh beberapa negara seperti China, Malaysia, Italia, Prancis dan negara-negara lainnya yang juga terkena dampak Virus COVID-19 ini dan terbukti cukup efektif dalam mencegah penyebaran Virus tersebut.

Namun pertanyaannya adalah apakah Indonesia pada hari ini sudah siap dan memang seharusnya melakukan LOCKDOWN dalam menghadapi wabah COVID-19 ini ? dengan kondisi negara Indonesia pada saat ini tentu dampak negatifnya terhadap perekonomian di Indonesia akan jauh lebih besar daripada negara lain, bagaimana tidak, kita lihat dari satu sisi saja bahwa banyak masyarakat indonesia yang bekerja di sektor Informal akan terganggu dengan LOCKDOWN tersebut, berapa ribu masyarakat Indonesia yang berjualan, siomay, ketoprak, pecel lele, buka warung dan profesi sejenis lainnya yang akan terancam perekonomiannya karena LOCKDOWN ? tentu hal tersebut pula harus diperhatikan disamping memikirkan cara-cara penanganan Virus Corona atau COVID-19 tersebut.

Sehingga menurut penulis, pemerintah harus memikirkan cara yang lebih efektif dalam menangani wabah virus tersebut dengan memikirkan seluruh sektor kehidupan masyarakat termasuk sektor Ekonomi. Masyarakat Indonesia BISA JADI mati apabila terkena COVID-19, Namun Masyarakat Indonesia pun SUDAH PASTI mati apabila dilanda Virus KELAPARAN.