Telan Dana Sampai Rp. 7 Miliar Lebih, Proyek Penyediaan Air Bersih di Kepahiang Terbengkalai

KEPAHIANG, independentnusantara.comĀ – Sejak Di bangun pada tahun 2015 lalu Oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan(BBWSS) VIII Palembang, termasuk sumberAir Baku di kelurahan Durian Depun kecamatan Merigi kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu (bekas PDAM lama) Sama sekali belum berfungsi alias terbengkalai sejak tiga tahun terakhir.

Diketahui Proyek yang menelan Dana mencapai Rp 7,407.695.000 itu hingga kini di biarkan tak terurus apalagi di fungsikan sejak di bangun oleh pelaksana PT. Gunung Makmur. Berbagai pandangan muncul terkait proyek miliaran tersebut.warga menuding proyek tersebut terkesan di paksakan hingga menyebabkan proyek yang seyokyanya sudah dapat di fungiskan justru tak bisa di manfaatkan.

Ironisnya, Pihak Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Kabupaten Kepahiang mengaku Hingga kini proyek tersebut belum di serah terimakan kepada mereka.

Bidang Pendistribusian PDAM Kepahiang, Zainal Aripin, mengatakan, sejak di bangun dan selesai tiga tahun lalu belum ada pertemuan apalagi serah terima kepada pihak PDAM kepahiang.

“Setahu saya sampai saat ini pihak kami dari (PDAM) Kabupaten Kepahiang Belum ada serah terima dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu Bidang Cipta Karya maupun dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan (BBWSS) VIII. Untuk lebih jelas silahkan hubungi Karmolis Direktur (PDAM) yang lama.Kami tidak mau ambil resiko kalau ada kerusakan mesin dan juga kami tidak punya tenaga Ahli (Operator) untuk mengoperasikan mesin tersebut,” ungkap Zainal.

Sebelumnya kasus terbengkalainya Aset yang satu ini sudah pernah mencuat pada tahun 2016 lalu, namun sayang pihak terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera Selatan (BBWSS) VIII Palembang, Dinas Pekerjaan Umum Bidang Cipta Karya Provinsi Bengkulu dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepahiang.

PT.Gunung Makmur Sebagai Pelaksana penanggung jawab pekerjaan terkesan tutup mata. warga meminta penegak Hukum mengambil tindakan Sesuai dengan Hukum yang Berlaku Agar Aset Negara Milyaran Rupiah ini bisa terselamatkan.(as)