Tolak dan Tuntut Pilkada Ulang Puluhan Warga Berunjuk Rasa ke DPRD

Rejang lebong, in- Aksi menolak hadil pemilihan kepala daerah mulai terjadi diberbagai daerah, seperti halnya dikabupaten Rejang Lebong Bengkulu, aksi massa nyaris dibubarkan Polisi dan sempat terjadi kericuhan saat polisi mulai menghentikan orasi yang dianggap bernada provokasi.

Aksi puluhan massa yang menamakan diri koalisi masyarakat Rejang Lebong bersatu didepan kantor DPRD , awalnya berlangsunh damai dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19. Namun ketegangan mulai terjadi saat satu orator yang membakat semangat massa dihentikan polisi lantaran bernada provokasi, namun ketegangan berhasil diredam dan aksi berlanjut dengan dengan protokol kesehatan.

Para pengunjuk rasa ini menolak hasil pilkada 9 Desember 2020 lalu di kabupaten Rejang Lebong, lantaran menilai salah satu pasangan cakni nomor urut 3 yang berasal dari jalur Independen, Syamsu dan Hendra, yang dianggap telah melakukan pelanggaran dengan memanfaatkan faslitas negara dan mobilisasi ASN dan honorer karena Bupati Rejang Lebong saat ini adalah orang tua dari wakil Bupati pasangan tersebut.

Dalam orasinya, para pengunjuk.rasa mendesak agar dilakukam Pilkada ulang dan mendiskualifikasi pasangan Syamsu dan Hendra.

Menurut Burandam korlap aski, pasangan nomor urut 3 telah memanfaatkan fasilitas negara dalam melakukan kampanye bahkan memaksa ASN dan honorer untuk memilih pasangan tersebut, akibatnya pilkada berlangsung tidak adil yang mengakibatkan.pasangan lain mengalami kekalahan.

” Karena orang tua calon wakil bupati nomor urut 3 adalah Bupati yang masih aktif maka adanya pemanfaatan fasilitas negara dan pengerahan ASN untuk memenangkan pasangan ini,” ujar Burandam saat dikonfirmasi (14/12).

Dikabupaten Rejang Lebong sendiri, dalam pemilihan Bupati dan wakil Bupati diikuti empat pasangan, tiga pasang merupakan dari jalur Parpol dan satu pasang merupakan jalur perseorangan, dalam perhitungan cepat pasangan Syamsu dan Hendra memperoleh suara terbanyak sebesar 30,2 persen dari data perhitungan cepat KPU setempat dari tiga pasangan lainnya.(red)