WABUP BENGKULU SELATAN RIFA’I TAJUDIN, MASYARAKAT JANGAN SALAH ARTI TENTANG TAPAL BATAS

MANNA – Indipenden Nusantara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan Melalui Wakil Bupati (Wabup) Rifai Tajuddin tidak ingin ada selisih paham antara masyarakat Bengkulu Selatan dan masyarakat Kabupaten Seluma soal tapal batas.

Bagi Rifai gugatan yang dilakukan oleh Pemkab Seluma bukanlah untuk Bengkulu Selatan, Oleh sebab itu masyarakat Bengkulu Selatan jangan sampai salah arti.

Dirinya mengakui sudah mendapatkan informasi soal gugatan yang dilakukan oleh Pemkab Seluma. Namun gugatan itulah adalah untuk uji materil atas Permendagri Nomor 9 Tahun 2020. Pemkab Seluma merasa dirugikan dengan Permendagri tersebut yang mengenai tapal batas dua kabupaten.

“Jadi bisa kita simpulkan. Bahwa Seluma bukan gugat Kabupaten Bengkulu Selatan, Intinya Jangan Salah Arti” terang wabup.

Kendati demikian wabup mengaku akan siap menghadapi keterkaitan Kabupaten Bengkulu Selatan terhadap gugatan yang dilakukan Pemkab Seluma soal Permendagri tersebut.

“Sesuai petunjuk bupati. Sebagai pihak terkait mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh pihak permendagri yang menjadikan alat bukti pada persidangan tersebut,” ujar wabup.

Ia menambahkan, persoalan tapal batas ini memang sudah cukup lama dan memiliki sejarah tersendiri. Di mana Pemprov Bengkulu telah mengambil jalan tengah untuk kedua kabupaten.

Namun Rifai berharap apapun yang terjadi Kabupaten Bengkulu Selatan dan Seluma, jangan sampai salah arti dan tetap menjadi daerah tetangga yang baik untuk menciptakan pembangunan Bengkulu.

(Ant/N/Red)