Warga Gelar Takziah “Do’akan Budi Santoso”

Tidak ada komentar 197 views

Bengkulu Tengah, in- Tampak antusias warga desa air Puti mengurus jenaza almarhum Budi Santoso warga kurang mampu asal medan kebetulan berdomisili di desa air Puti dusun 3 Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah.

Budi Santoso Meninggal dunia di RSUD Bengkulu Tengah 12 Juli 2019 Pukul 14.18 Wib akibat sakit keras

Setelah mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terahirnya di pemakaman umum desa air Puti dusun 3 dan 4 warga secara bersama sama menyiapkan acara takziah. Takziah malam pertama digelar warga seadanya.

Bapak Tanuin mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh warga dan dinas kesehatan bengkulu Tengah serta perangkat pemerintah desa setempat yang telah berusaha memyelamatkan almarhum dari ganasnya penyakit yang Budi derita. Kata Tanuin

“Kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan media independentnusantara.com yang telah membuka ruang seluas luasnya melalui pemberitaan hingga banyak donatur yang bersedia membantu kami” Kata Tanuin 13 Juli 2019.

Kemudian takziah malam kedua dan ketiga diisi oleh LazisNu Provinsi Bengkulu yang diketuahi oleh Ustat Sofwan.

Mengawali ceramanya Ustat sofwan mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya almarhum budi santoso, kemudian ia juga menyampaikan apresiasi sebesar besarnya kepada seluruh warga desa air Puti yang memiliki nila nilai kemanusian yang tinggi.

“Kami atas mama LazisNu juga mengucapkan terima kasih banyak kepada Jurnalis Independentnusantara.com Roni Marzuki berkat pemberitaannya kita semua semua dapat beramal” Kata Ustat Sofwan.

Dilain pihak mewakili sambutan warga mantan Kepala desa air Puti Bapak Asnaun mengatakan Terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu mengurus jenaza almarhum terkhusus kepada LazisNu warga desa air Puti sangat berterima kasih atas kunjungannya ke desa kami dan telah menjadi salah satu donatur. Kata Asnaun dalam sambutannya.

Diakhir acara LazisNu melalui Ketua Umumnya Ustat Sofwan memberikan sumbangan uang senilai Rp. 400.000 kepada Bapak Tanuin sebagai bentuk merasakan kesedihan atas kepergian almarhum dan suatu bentuk apresiasi kepada Bapak Tanuin yang memiliki nilai nilai kemanusian yang sangat tinggi. (Rm)